Pertamina EP Temukan 61 Juta Barel Cadangan Minyak Baru

Pertamina EP Temukan 61 Juta Barel Cadangan Minyak Baru

- detikFinance
Senin, 09 Agu 2010 14:08 WIB
Jakarta - PT Pertamina EP menemukan cadangan minyak baru sebesar 61 juta barel dan cadangan gas baru sebesar 619 miliar kaki kubik sepanjang semester I-2010.

Menurut Vice President Coorporate Communications Pertamina, Mochammad Harun, temuan ini berasal dari 9 dari 12 sumur eksplorasi yang telah dibor perseroan pada semester I-2010.

"Hal ini juga memperbaiki success ratio sumur eksplorasi Pertamina dari 45 persen menjadi 75 persen. Ini juga meningkatkan confidence Pertamina untuk perluas di hulu," ujar Harun dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (9/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penemuan cadangan migas baru itu berasal dari kegiatan eksplorasi di wilayah Indramayu yakni sumur akasia bagus 1, Karang Luhur 1, dan Karang Degan 1. Selanjutnya temuan di wilayah Bekasi yakni dari sumur pondok Mekar 1, Pondok Makmur 3 dan 4.

Di wilayah Sumatera Selatan, sumur-sumur yang menghasilkan penemuan cadagan baru adalah pagar dewa 6X, Manduru 1, dan Ginaya 1.

Menurut Harun, sepanjang tahun 2010 ini, Pertamina EP menargetkan akan mengebor 26 sumur eksplorasi di berbagai daerah. Sumur-sumur itu terdiri dari 14 sumur wildcat, 14 sumur deleniasi, dan 1 sumur re-entry.

Hingga semester I-2010, pencapaian kinera tersebut telah direalisasikan 12 sumur terdiri dari 7 sumur wildcat, 4 sumur deleniasi, dan 1 sumur re-entry.

Sementara untuk kegiatan survey eksplorasi Pertamina EP menargetkan 721 km survey seismic 2D dan 1.345 km2 survey seismic 3D. Realisasi hingga semester I-2010 adalah 129 Km survey seismic 2D dan 381 km2 survey sieismic 3D.

"Masalah yang masih menjadi kendala utama pelaksanaan survey seismic di lapangan adalah perizinan dan tingginya tuntutan ganti rugi yang diminta terhadap area yang dilewati lintasan seismic," paparnya.

Terkait dengan adanya revisi UU Migas, Harun berharap dalam revisi tersebut Pertamina bisa diberikan peran yang lebih besar dalam pengelolaan minyak di Indonesia. "Kontrak-kontrak yang sudah mau habis, kami harapkan ke Pertamina," harapnya.

(epi/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads