Jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintahΒ mencapai US$ 181,59 miliar, bertambah US$ 12,37 miliar dari jumlah diΒ akhir 2009 yang sebesar US$ 169,22 miliar.
Demikian data yang dirilis Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu yang
dikutip detikFinance, Selasa (10/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir
Juni 2010 adalah:
- Bilateral : US$ 40,77 miliar
- Multilateral: US$ 21,41 miliar
- Komersial : US$ 2,98 miliar
- Supplier : US$ 60 juta.
Peningkatan signifikan terjadi pada jumlah utang dalam bentuk surat berharga negara atau obligasi yang nilainya meningkat menjadi US$ 116,37 miliar, dari jumlah di akhir 2009 yang sebesar US$ 104,2 miliar.
Jumlah utang Indonesia jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun, namun rasio utang terhadap PDB memang menunjukkan penurunan. Hal itu sejalan dengan terus meningkatnya PDB Indonesia.
Β
Berikut catatan utang pemerintah pusat sejak tahun 2000 berikut rasio
utangnya terhadap PDB:
- Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
- Tahun 2001: Rp 1.646,32 triliun (77%)
- Tahun 2002: Rp 1.821,83 triliun (67%)
- Tahun 2003: Rp 2.013,68 triliun (61%)
- Tahun 2004: Rp 2.295,83 triliun (57%)
- Tahun 2005: Rp 2.774,28 triliun (47%)
- Tahun 2006: Rp 3.339,48 triliun (39%)
- Tahun 2007: Rp 3.949,48 triliun (35%)
- Tahun 2008: Rp 1.4.954,03 triliun (33%)
- Tahun 2009: Rp 1.5613,44 triliun (28%)
- Juli 2010:Β Rp 1.6253,79 triliun (26%).
(dnl/qom)











































