Asian Development Bank (ADB) menilai utang Indonesia yang berjumlah Rp 1.625 triliun tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan pendapatan nasional. Hal ini berbeda dengan kondisi di negara lain.
"Utang dari segi jumlah triliunan dibandingkan dari segi pendapatan nasional tidak banyak dibanding negara-negara lain. Jadi, maturitasnya cukup bagus," ujar Ekonom ADB Edimon Ginting saat ditemui di Ballroom Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (10/8/2010).
Edimon juga menyatakan komposisi antara utang luar negeri dan domestik sudah cukup baik. "Komposisi domestic dan foreign loan-nya enggak begitu mengancam," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak perlu merisaukan. Yang penting dialokasikan ke tempat yang lebih bagus jadi enggak akan ada masalah. Yang lain lebih besar. Tidak mengkhawatirkan," ujarnya.
Sementara mengenai penguatan rupiah ini, Edimon menyatakan terdapat dampak posistif terutama dalam, pembayaran utang. Namun, memang terdapat dampak negatif yaitu dari sisi eksportir.
"Dari segi pembayaran utang luar negeri akan positif, pembayaran bunga dalam dolar akan turun, subsidi juga," tandasnya. (nia/ang)











































