Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing akan membentuk Indonesia-Shenzhen Economic Forum. Forum ini diharapkan akan secara langsung menghasilkan transaksi dagang dan investasi dan membantu merealisir target perdagangan kedua negara sebesar US$ 50 miliar.
Menurut Duta Besar RI untuk China Imron Cotan, pembentukan forum ini merupakan salah satu langkah kongkrit untuk mempromosikan potensi dan kerjasama perdagangan, investasi dan pariwisata Indonesia di China.
"Rencana ini didukung penuh oleh China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) kota Shenzhen," katanya dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (11/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Promosi TTI terpadu ini akan mempromosikan berbagai produk unggulan Indonesia di bidang perdagangan, investasi dan pariwisata di China," imbuhnya.
Ia berharap promosi TTI terpadu dan pembentukan Indonesia-Shenzhen Economic Forum ini akan membantu merealisir target perdagangan kedua negara sebesar US$ 50 miliar dan mendongkrak jumlah investor dan turis China yang masuk ke Indonesia.
Pertemuan dengan CCPIT tersebut merupakan salah satu dari aktivitas yang dilakukan oleh Dubes RI di China untuk mencari pelbagai peluang bisnis, investasi dan pariwisata yang dapat manfaatkan oleh Indonesia.
Selain bertemu dengan CCPIT, Imron juga telah melakukan pertemuan dengan jajaran direksi Huawei Technologies Co. Ltd. dan para pengusaha Indonesia di China serta huaqiao (Tionghoa perantauan dari Indonesia yang kini menjadi warga China).
Pertemuan Dubes RI dengan Vice President for Government Affairs, Huawei, Victor Yue dimaksudkan untuk mendorong perusahaan ini untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia.
Saat ini, jumlah investasi Huawei di Indonesia mencapai sekitar US$ 1 miliar dan memiliki karyawan sekitar 1.500 orang, di mana 80 persennya adalah tenaga kerja terdidik dari Indonesia. (ang/dnl)











































