Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan, dulu selisih harga tersebut hanya Rp 30.000, tetapi beberapa waktu belakangan ini, selisih harga tersebut mencapai Rp 50.000.
"Mei minggu pertama harga berat hidup siap potong ditingkat peternak daging hanya Rp 20 ribu di eceran Rp 55 ribu. Namun, Agustus harga daging di peternak Rp 30 ribu di eceren sudah Rp 85 ribu," ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (11/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Bayu menyatakan pemerintah menggunakan instrumen untuk distribusi guna mengatasi masalah tersebut. Caranya, pertama, pemerintah akan menginformasikan stok daging yang ada di kantong-kantong produksi
"Mudah-mudahan bisa disebarkan karena peternak juga menjerit untuk dibeli," ungkapnya.
Kedua, penyediaan transportasi kereta api pengangkut ternak hingga lebaran. "Kalau sekarang diprioritaskan di peneumpang. Kita usulkan pengangkutannya hingga lebaran, bukan H-7,H+7," jelasnya.
Ketiga, lanjut Bayu, pemerintah akan melakukan operasi pasar dan pasar murah untuk daging sapi. Pasar murah ini rencananya akan dilakukan di 10 provinsi, masing-masing provinsi bisa 4-5 titik. "Jadi sekitar 50 titik," tegasnya.
Sampai saat ini, Bayu menyatakan belum kekurangan stok daging sapi. Berdasarkan data kementerian pertanian, produksi terbesar berada di Jawa Barat yaitu 1,38 juta ton, Jawa Tengah sebanyak 870.000 ton,lalu Jawa Timur sebanyak 822.000 ton.
Sedangkan untuk konsumsi, Bayu menyatakan dalam 5 bulan ke depan, terdapat kenaikan 10% dibandingkan 5 bulan lalu. Jawa Timur butuh 33.000 ton, Jawa Barat 28.000 ton, dan Jawa Tengah butuh 20.000 ton selama Agustus-Desember. Hal ini, jelas Bayu, karena adanya kenaikan daya beli masyarakat.
"Kenaikan 10% dibandingkan 5 bulan sebelumnya, itu karena daya beli dan segala macam," ujarnya.
Namun, Bayu menyatakan jika terjadi kekurangan stok daging maka pemerintah siap impor daging sehingga dalam waktu 3-4 hari, daging impor tersebut sudah beredar di pasaran.
"Kalau kurang, kita bisa segera datangkan dari impor 3-4 hari," tandasnya.
(nia/ang)











































