Stabilisasi Harga Beras, Pemerintah Gelontorkan Raskin

Stabilisasi Harga Beras, Pemerintah Gelontorkan Raskin

- detikFinance
Kamis, 12 Agu 2010 09:53 WIB
Stabilisasi Harga Beras, Pemerintah Gelontorkan Raskin
Jakarta - Pemerintah mengggenjot penyaluran beras miskin (raskin) untuk menstabilkan harga beras di pasaran. Hingga minggu kedua Agustus ini, penyaluran raskin bulan Agustus sudah mencapai 87%.

Menteri Perdagangan Mari Elka menyatakan permasalahan pada harga pangan negara adalah terletak di masalah pendistribusian. Sedangkan untuk pasokan, Mari menyatakan tidak ada permasalahan. Untuk itu, Mari menyatakan pihaknya akan menggandeng Kementerian Perhubungan untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Dari segi transportasi dan distribusi juga harus diwaspadai supaya tidak terjadi gangguan dalam distribusi. Maka Menteri Perhubungan juga hadir juga harus diantispasi agar tidak ada masalah dari segi pasokan. Kalau dari segi produksi sampai puasa, lebaran, tidak ada masalah. Karena stok lebih dari cukup. Bahkan sampai akhir tahun tidak ada masalah stok. Jadi yang harus kita pastikan sekarang adalah masalah distribusi dan mewaspadai gejolak harga," ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Rabu (11/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, walaupun demikian, untuk beras, Mari menyatakan pihaknya telah berhasil menyalurkan beras miskin sebesar 87% untuk bulan Agustus ini. Untuk raskin ini,pemerintah akan mempercepat penyaluran beras miskin (raskin) untuk bulan September yang akan dirapel pemberiannya pada bulan Agustus ini. Bulog siap menyalurkan sebanyak 560 ribu ton untuk 17,5 Rumah Tangga Sasaran (RTS) di mana setiap KK akan mendapatkan 15kg untuk bulan Agustus dan 15 kg lagi jatah untuk bulan September sehingga total yang diterima setiap RTS adalah 30kg. Hal ini untuk menstabilkan harga beras pada Bulan Puasa ini dan Lebaran. Di samping melakukan operasi pasar.

"Operasi Pasar harus juga dilakukan dan sudah dilaporkan 87% dari raskin untuk Agustus sudah disalurkan. Target sebelum akhir Agustus maupun September, raskin harus sudah disalurkan. Kita harap bisa stabilkan harga beras," ujarnya.

Mari akui memag terdapat beberapa kenaikan harga pada beberapa komoditas seperti daging, ayam, dan telur. Namun, Mari menjelaskan untuk ayam dan telur memang tren tiap tahun harganya selalu naik pada bulan Juni-Juli. Hal tersebut disebabkan belum musim panen ayam dan telur. Nanti, pada Bulan Agustus, harganya akan kembali turun.

"Kira-kira prognosanya kalau ayam dan telur biasanya tahun lalu pun Juni-Juli naik, Agustus turun karena mulai panen dan mulai stabil lagi," jelasnya.

Sedangkan, untuk daging, Mari menjamin stok daging cukup hingga Lebaran. Namun, pihaknya akan mengevaluasi kembali ketersediaan daging hingga akhir tahun. Jika tidak mencukupi, maka jalan yang biasa ditempuh adalah melalui impor daging.

"Kalau untuk daging, kita sudah membahas bagi menjamin stok sampai akhir tahun, kalau sampai puasa lebaran cukup. Ini kan kekhawatiran sampai akhir tahun, kita juga sudah membahas tadi bagaimana sampai akhir tahun stok cukup baik untuk sapi lokal maupun frozen daging sapi maupun sapi hidup. Kalau perlu ditambah, perlu diimpor. Jadi itu akan dievaluasi sesegera mungkin. Kalau perlu ditambah, ada penambahan untuk menjamin pasokan sampai akhir tahun. Dengan demikian kita perkirakan harga daging akan stabil," tandasnya.



(nia/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads