PT PLN (Persero) siap untuk menyerap coal bed methane (CBM) alias gas metana batubara dari Exxon Mobil. Diharapkan gas dari Exxon itu bisa membantu membangkitkan listrik sekitar 2.000 megawatt (MW) sesuai dengan target pemerintah yang membutuhkan 500 mmscfd.
Menurut Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji, dalam upaya untuk mengembangkan potensi CBM ini, pemerintah telah menunjuk Exxon Mobil untuk melakukan studi awal dan survey pengembangan potenssi CBM di Kalimantan sebagai salah satu daerah penghasil batubara.
"Diharapkan pada akhir tahun 2010 atau awal 2011 sudah dapat diperoleh hasil studi pengembangan potensi CBM ini," katanya di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (12/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengembangan CBM sebagai bahan bakar listrik ini dilakukan sesuai dengan kebijakan pemerintah sebagai terobosan atas menurunnya jumlah produksi minyak di dunia. CBM menjadi energi alternatif yang banyak terdapat di daerah-daerah penghasil batubara.
"Gas metana ini tidak bisa dibuang begitu saja karena berbahaya dan wasted, sehingga kita cari cara bagaimana mengubahnya menjadi bahan bakar," ujarnya.
Ia mengharapkan, dengan adanya studi awal pengembangan potensi CBM ini mampu menciptakan iklim usaha yang lebih menjanjikan sehingga semakin banyak investor yang bersedia mengembangkan potensi CBM untuk membangkitkan listrik.
Saat ini, menurutnya, selain dengan Exxon, PLN juga sudah bermitra dengan Sugico yang memiliki hak kelola di 3 blok batubara, yaitu Blok Banjar 1, Banjar 2, dan Tapin.
"Kita targetkan di awal tahun 2010 sudah bisa produksi 2,5 mmscfd untuk listrik 8 MW," ujarnya.
(ang/dnl)











































