"Dengan Bukit Asam kita sudah mulai kontak-kontak, tapi belum sampai mendalam," kata Direktur Industri Primer PLN Nur Pamudji di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (12/8/2010).
Ia mengatakan, saat ini perusahaan tambang pelat merah itu sudah menjual CBM ke BUMN lainnya, yaitu Pertamina. Jadi, jika negosiasi dengan PLN berhasil, maka PTBA akan memiliki dua pembeli CBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Nur, negosiasi dengan PTBA masih belum terlalu mendalam, tidak seperti negoasiasi yang dilakukan PLN dengan Exxon Mobile dan Sugico.
"Sampai diskusi detil itu belum, kalau Exxon dan Sugico kan sudah lebih sangat mendalam dibandingkan pengembang lainnya," tambahnya.
Seperti diketahui, siap untuk menyerap 500 mmscfd CBM dari Exxon Mobil. Dalam 5 tahun ke depan diharapkan gas sebanyak ini bisa membangkitkan listrik sekitar 2.000 megawatt
Pengembangan CBM sebagai bahan bakar listrik ini dilakukan sesuai dengan kebijakan pemerintah sebagai terobosan atas menurunnya jumlah produksi minyak di dunia. CBM menjadi energi alternatif yang banyak terdapat di daerah-daerah penghasil batubara.
Dengan adanya studi awal pengembangan potensi CBM ini mampu menciptakan iklim usaha yang lebih menjanjikan sehingga semakin banyak investor yang bersedia mengembangkan potensi CBM untuk membangkitkan listrik.
(ang/dnl)











































