Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengungkapkan, pihaknya sedang merumuskan kerjasama dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Rencananya dua lembaga ini akan membahas insentif soal kerjasama ini pada pekan depan.
"Kita memang sedang pikirkan, sebab kalau karyawan bikin anak terus susah kasih makan dong," kata Sofjan sambil tertawa saat ditemui di Pasar Raya Blok M, Jakarta, Kamis (12/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kewajiban promosi bersama, melaksanakan KB secara konsekuen," katanya.
Menurutnya, menstimulus rencana ini sangat bisa dilakukan oleh pelaku swasta diantaranya dengan memberikan insentif gaji bagi karyawan yang ber KB, sementara karyawan yang tak be KB tidak akan mendapatkan insentif. Sedangkan cara-cara kewajiban bagi karyawan bakal sulit dilakukan dan tidak mungkin dilakukan pemaksaan.
"Kita imbau, pasti bisalah," katanya.
Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief mengatakan pihaknya memang tengah merancang program pelayanan KB di setiap perusahaan. Hal ini dalam rangka meningkatkan kepesertaan penduduk Indonesia yang mengikuti KB.
Sektor swasta atau di perusahaan-perusahaan selama ini sudah lama tak tersentuh program pelayanan ini. Diharapkan program KB bisa digenjot melalui pendekatan melalui perusahaan ke perusahaan.
"Tadi saya bicara dengan Pak Sofjan Wanandi, kita mau galakan kembali pelayanan KB di perusahaan-perusahaan," kata Sugiri di tempat yang sama.
(hen/qom)











































