"Bagus sekali, untuk mendorong masyarakat kita cukup hanya memiliki dua anak, tinggal implementasinya," kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat yang juga pengusaha pabrik teksil saat dihubungi detikFinance, Kamis (12/8/2010).
Ade menuturkan rata-rata buruh pekerja pabrik saat ini memiliki take home pay sekitar sedikit di atas Rp 1 juta. Sehingga sudah bisa dipastikan jika ada seorang buruh yang memiliki anak di atas dua akan mengalami kesulitan ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menyetujui ide ini karena bisa membantu karyawan.
Namun kata dia pola insentif atau tunjungan lebih menyasar pada karyawan menengah ke bawah sementara pegawai atau orang yang mampu harus berbeda pendekatannya.
Mengingat pendekatan insentif belum tentu cocok pada masyarakat kelas atas. Padahal kata dia kesadaran ber-KB harus menjadi kesadaran semua orang.
"Kita akan melihat, setiap perusahaan punya cara-caranya masing-masing. Saya kira ini ide yang baik, tapi implementasinya juga harus baik," kata pemilik ritel Pojok Busana ini.
(hen/dnl)











































