BUMN Cetak Laba Rp 45,3 Triliun

Semester I-2010

BUMN Cetak Laba Rp 45,3 Triliun

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 12 Agu 2010 19:54 WIB
Jakarta - Seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukukan kenaikan laba bersih sebanyak 18,36% semester I-2010. Total 141 perusahaan pelat merah menyumbang Rp 45,3 triliun dari sebelumnya pada periode yang sama sebanyak Rp 38,32 triliun.

Menurut Sekretaris Kementerian BUMN, M Said Didu, PT Pertamina (Persero) masih menjadi penyumbang laba terbesar, disusul dengan PT PLN (Persero) dan PT Telkom Tbk.

"Pertamina masih yang terbesar, disusul PLN dan Telkom," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (12/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Said, BUMN dari sektor perbankan menyumbang laba bersih Rp 10,7 triliun di semester I-2010, naik 36,29% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 7,8 triliun.

Sementara, BUMN dari sektor energi menyumbang laba bersih Rp 19,2 triliun di semester I-2010, naik 27,37% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 15,1 triliun.

Sedangkan, BUMN dari sektor asuransi menyumbang laba bersih Rp 3,3 triliun di semester I-2010, naik 20,44% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 2,5 triliun.

BUMN dari sektor penunjang pertanian menyumbang laba bersih Rp 1,3 triliun di semester I-2010, turun 23% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 1,8 triliun.

"Penurunan itu disebabkan turunnya keuntungan pupuk, hampir semua BUMN pupuk, karena stok menumpuk dan larangan sehingga eskpor daya serap hanya 70%," ujar Said.

Said menambahkan, sektor yang tumbuh paling bagus adalah BUMN sektor perkebunan, naik 16 kali lipat atau 1600% di semester I-2010. Dari sebelumnya rugi sebanyak Rp 21 miliar naik menjadi untung Rp 397,4 miliar.

"Karena harga dan produksi bagus, terutama komoditi karet. Musim hujan ini membuat sawit bagus. Harga gula juga stabil," ujarnya.

BUMN sektor sarana angkutan, seperti Pelni, PPD, dan Damri, laba bersihnya turun 56% di semester I-2010. Dari sebelumnya Rp 700,8 miliar menjadi Rp 307,9 miliar.

BUMN dari sektor konstruksi menyumbang laba bersih Rp 232,2 miliar di semester I-2010, naik 9,49% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 213,2 miliar.

Sementara, BUMN dari sektor pembiayaan menyumbang laba bersih Rp 554,4 miliar di semester I-2010, naik 53,3% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 850,2 miliar.

BUMN dari sektor pertambangan menyumbang laba bersih Rp 2,78 triliun di semester I-2010, naik 49,89% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 1,85 triliun.

BUMN dari sektor aneka industri menderita rugi bersih Rp 26,89 miliar di semester I-2010, rugi ini turun 136% dari perolehan rugi semester I tahun lalu sebanyak Rp 74,5 miliar.

"BUMN di sektor aneka industri ini ada 7, semuanya perusahaan sakit," ujarnya.

Sedangkan, BUMN dari sektor kawasan industri perumahan menyumbang laba bersih Rp 42,63 miliar di semester I-2010, turun 9,77% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 47,25 miliar.

BUMN dari sektor industri strategis menyumbang laba bersih Rp 838 miliar di semester I-2010, turun 176% dari perolehan semester I tahun lalu rugi sebanyak Rp 1,09 triliun.

BUMN dari sektor perhutanan menyumbang laba bersih Rp 238,95 miliar di semester I-2010, turun 43,1% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 409,95 miliar.

Sedangkan, BUMN dari sektor telekomunikasi menyumbang laba bersih Rp 5,95 triliun di semester I-2010, turun 1,3% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 6,03 triliun.

BUMN dari sektor percetakan dan penerbitan menyumbang laba bersih Rp 21,25 miliar di semester I-2010, turun 37,9% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 24,51 miliar.

Sementara, BUMN dari sektor logistik dan jasa sertifikasi menderita rugi bersih Rp 73,8 miliar di semester I-2010, kerugiannya turun 47% dari perolehan semester I tahun lalu sebanyak Rp 139,8 miliar.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads