Dahlan Iskan Senang Dimarahi Masyarakat

Dahlan Iskan Senang Dimarahi Masyarakat

- detikFinance
Jumat, 13 Agu 2010 10:01 WIB
Dahlan Iskan Senang Dimarahi Masyarakat
Beijing - Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengaku senang jika menerima omelan masyarakat soal mati lampu. Dengan cara ini, ia bisa menekan pegawai-pegawainya untuk bekerja lebih giat mengentaskan pemadaman listrik karena kekurangan daya.

"Bagi saya orang-orang marah itu senang saja, ini akan saya pakai sebagai alat untuk menggerakkan seluruh pegawai saya. Saya menerima keluhan-keluhan itu, kemudian saya inventarisir dan saya umumkan ke dalam. Ini orang masih kaya gini marahnya kalau listrik mati," ujarnya saat berbincang dengan detikFinance di Beijing, China, Jumat (13/8/2010).

Dahlan mengaku, setelah PLN mendeklarasikan Indonesia bebas pemadaman listrik bergilir, PLN kerap kali diprotes habis-habisan jika ada listrik mati. Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menerima seluruh keluhan itu dan menurutnya listrik memang harus terus menyala.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendiri grup Jawa Pos ini menuturkan, sebenarnya ada perbedaan persepsi antara konsep Indonesia bebas pemadaman bergilir yang disampaikannya dengan apa yang ditangkap masyarakat.

Konsep bebas pemadaman bergilir yang dimaksudkan Dahlan yaitu seluruh pelanggan PLN di Indonesia saat ini sudah tidak akan mengalami mati lampu karena kekurangan daya. Namun pemadaman masih bisa terjadi karena adanya gangguan teknis atau pemeliharaan rutin. Pemadaman itu biasanya bersifat lokal.

"Memang ada perbedaan persepsi dengan yang saya sampaikan sehingga wajar kalau masyarakat protes. Tapi itu kenyataan kalau orang tidak mau terima lagi listrik mati," kata Dahlan.

Dahlan sendiri menerima seluruh kritikan tersebut. Ia mengaku telah menyampaikannya ke seluruh pegawainya untuk mendorong mereka agar bisa bekerja lebih keras lagi. Saat ini, timnya juga tengah berupaya mencari cara agar pemadaman yang sifatnya lokal karena adanya gangguan teknis tersebut bisa segera teratasi.

Ia mengakui, sebenarnya konsep Indonesia bebas pemadaman bergilir tersebut dilontarkannya untuk mendorong para pegawainya agar bisa bekerja lebih keras sehingga masalah krisis listrik di Indonesia bisa segera berakhir.

"Saya akui itu lebih saya pakai sebagai alat untuk paksa orang dalam untuk bekerja cepat untuk mencapai target tertentu," ungkapnya.

Dahlan menargetkan, khusus untuk wilayah Jawa pemadaman bergilir karena gangguan teknis atau pemeliharaan rutin ini baru selesai pada tahun 2012. Saat ini dirinya tengah serius mempelajari peralatan yang bisa membuat listrik tetap bisa menyala, ketika pemeliharaan sedang dilakukan.

Dari sisi sumber daya manusia, PLN akan membentuk tim-tim khusus yang akan menangani pemeliharaan tanpa mati lampu.

"Misalnya ada 100 tim di Jakarta. Kalau anggota satu tim 10 orang berarti butuh 1.000 orang dan mereka harus  berpendidikan khusus. Selain itu, test psikologinya juga harus khusus, tidak boleh penakut," ungkapnya.

Dahlan menyatakan, realisasi rencana ini butuh waktu cukup lama karena PLN harus merekrut puluhan ribuan orang untuk menempati posisi tersebut di seluruh wilayah Indonesia.

"Ini bukan sesuatu yang mudah tapi roadmapnya sudah ada. Tidak mungkin kita rekrut puluhan ribu orang dengan kualifikasi seperti itu dalam waktu satu bulan. Tapi kita sudah pikirkan pendidikan apa yang diberikan, serta peralatan seperti apa yang butuhkan," katanya.

Ia kembali menegaskan, seluruh program yang diterapkannya ditujukan untuk membuat seluruh pegawai PLN bisa bekerja lebih optimal sehingga masalah listrik di tanah air bisa teratasi.

"Dulu orang berpikir tidak apa-apa kalau siang listrik mati, asal malam nyala. Tapi sekarangkan tidak karena siang-siang mereka juga nonton tivi dan punya kulkas yang harus selalu menyala. Minggu juga tidak boleh mati lampu karena ada yang nikahan. Intinya orang PLN harus berubah pikiran bahwa mati lampu hari apapun, jam berapapun, itu tidak boleh karena zaman sudah berubah," jelasnya.

 

 
(dro/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads