"MoU (Memorandum of Understanding) insya Allah kita lakukan usai lebaran ini atau sekitar bulan Oktober tahun 2010 ini," kata Wakil Wali Kota Bontang, Sjahid Daroini ketika berbincang dengan detikfinance di kediaman dinasnya, di Komplek Bukit Sekatup Damai, Jl Cipto Mangunkusumo, Bontang, Kamis (12/08/2010) malam.
Selain menggandeng Indominco, investor lain yang akan turut terlibat dalam pembangunan PLTU tersebut adalah PT Sentra Dinamika Resources (SDS). Dalam kajian bersama, nilai investasi dalam pembangunan PLTU tersebut berkisar US$ 60 juta dengan estimasi pembiayaan US$ 1 juta per 1 MW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sjahid,saat ini kebutuhan listrik Kota Bontang yang terdiri dari 3 kecamatan dan 15 kelurahan dan berpenduduk sekitar 145.000 jiwa hanya mampu dipenuhi PT PLN sebesar 20 MW. Dengan rencana penambahan PLTU berkapasitas 60 MW, diharapkan Kota Bontang tidak lagi mengalami kekurangan kebutuhan listrik.
"Total nanti 80 MW. Insya Allah tidak ada lagi byar pet," imbuh Sjahid.
Dijelaskan Sjahid, keikutsertaan PT SDS nantinya akan melibatkan perusahaan konsorsium lainnya dalam pembangunan dan pengoperasian PLTU. PT Indominco Mandiri sendiri akan mensuplai 280 ton batu bara pertahunnya.
"Pembangunan PLTU ini murni inisiatif Pemkot Bontang. Tidak masuk dalam program kelistrikan PLN, pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi Kaltim," pungkas Sjahid.
Â
Â
(dro/dro)











































