Demikian disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Hatta Rajasa di Kantornya, Jalan Wahidin, Jumat (13/08/2010).
"Pada April 2011 dan Oktober 2011, Indonesia akan menjadi tuan rumah dan chairman pertemuan terbesar di Asean," ujar Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Hatta mengatakan, di tahun depan pemerintah akan memfokuskan terhadap dua hal.Β "Yakni implementasi perjanjian antar negara Asean yang sudah sejauh mana dilakukan dan ekspansi-ekspansi Asean kedepan," tuturnya.
Sementara itu, dalam pertemuan AEC 2010 yang akan dilaksanakan di Vietnam, Hatta mengatakan pemerintah dalam hal ini masing-masing kementerian akan melaporkan progress report dari pertemuan AEC sebelumnya.
"Semuanya yang dilaporkan banyak kemajuan, walaupun ratifikasi masih perlu dilakukan pendalaman," katanya.
AEC, lanjut Hatta banyak hal positif yang akan diperoleh pemerintah dari pertemuan tersebut. "Salah satunya akan menumbuhkan investasi di Indonesia serta koneksinya terhadap daya saing tenaga kerja atau labour skill," ungkapnya.
Ditempat yang sama Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan jika pemerintah telah mempunyai cetak biru (blue print) apa saja yang dilakukan menghadapi persiapan implementasi AEC di 2015.
"Antara lain yang penting adalah standar-standar produk sebuah barang. Saat ini pemerintah telah melakukan persiapan untuk meningkatkan standar produk barang di Indonesia," tutur Mari.
(dru/ang)











































