Pjs Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuagan Agus Suprianto menyatakan dalam nota keuangan tersebut Presiden SBY akan membacakan asumsi makro. Berdasarkan data BKF, asumsi makro dalam RAPBN 2011 adalah:
- Pertumbuhan ekonomi Indonesia: 6,1 -6,4%
- Nilai tukar Rupiah: Rp 9.100-9.400 per dolar AS.
- Inflasi: 4,9-5,3%
- SBI 3 bulan: 6,2-6,5%
- Harga minyak: US$ 75-90 per barel
- Lifting minyak: 0,960-0,967 juta barel per hari.
"Itu RAPBN 2011," ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (13/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena tidak tidak bisa memastikan itu sekian untuk hitung-hitung angka. Jadi, kita ngambil angka rangenya dalam point-point ini. Kita perbaiki karena ada masukan dari menteri dan eselon satu angkanya kita rapikan lagi, pada bagian-bagian tertentu mungkin bisa disampaikan," jelasnya.
Kedepannya, Agus menyatakan pihak pemerintah akan membahas kembali mengenai asumsi tersebut bersama Badan Anggaran (Banggar) dan Komisi XI DPR RI.
"Nanti di Banggar, di Komisi XI akan dibahas lagi," imbuh Agus.
(nia/qom)











































