Gaji Transmigran Bisa Capai Rp 17,5 Juta per Bulan

Gaji Transmigran Bisa Capai Rp 17,5 Juta per Bulan

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 13 Agu 2010 15:10 WIB
Jakarta - Persepsi jika transmigran adalah orang yang tersisihkan dan tak punya harapan ekonomi dipatahkan oleh Joko Prawoko. Prawoko yang merupakan transmigran teladan tahun 2010 memiliki penghasilan Rp 211,148 juta per tahun atau rata-rata 17,5 juta per bulan.

Joko merupakan seorang transmigran yang bermukim di lokasi transmigran Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Pelepat II, Kabupaten Bungo, Jambi.

Joko yang berasal dari kawasan Senen, Jakarta, ini mulai menempati lahan transmigrasi
pada tahun 2006. Hanya dalam waktu 4 tahun ia mampu sukses mengenyam keuntungan menjadi sorang transmigran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria berumur 45 tahun ini mengandalkan usaha pokok di bidang tanaman pangan, kelapa sawit dan hortikultura. Sementara  transmigran lainnya menyusul keberhasilan Joko adalah Nasikin asal Pamijahan Bogor, Jawa Barat, yang berpenghasilan Rp 181,205 juta per tahun .

Nasikin mengandalkan usaha pokok tanaman pangan, peternakan dan warung sembako di lokasi transmigrasi UPT Perambahan, Banyu Asin, Sumatera Selatan.           

Hal yang sama pun dialami oleh Lukman Hakim, transmigran asal Banyu wangi, Jawa Timur yang kini bermukim di UPT Z. Bula Provinsis Maluku. Lukman  berpengasilan Rp 177,909 juta mengandalkan tanaman pangan, berdagang dan bertani.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan setiap tahun Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi memberikan penghargaan kepada Tranmigran dan petugas pembina UPT teladan tingkat nasional.            

”Penghargaan ini merupakan upaya pemerintah dalam memberikan motivasi, perhatian dan penghargaan kepada para transmigran dan petugas Pembina UPT ," kata Muhaimin dalam siaran persnya, Jumat (13/8/2010).

Pemilihan Transmigran dan UPT Teladan Tingkat Nasional pada tahun 2010 ini diikuti 22 orang  Transmigran Teladan dan 20 orang Pembina UPT Teladan  yang berasal dari seluruh Indonesia. Dalam ajang pemilihan ini diadakan melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat.          

Kriteria pemilihannya bagi Transmigran Teladan diantaranya meliputi, tingkat ekonomi yaitu pendapatan, produktivitas  dan penyerapan tenaga kerja. Selain itu ada kesehatan, pendidikan, partisipasi dan mental spritual serta peranan istri dalam kesejahteraan masyarakat.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads