Vice President Corporate Communication Krakatau Steel Wawan Hernawan menyatakan, walaupun fokus penjualan perseroan untuk pasar dalam negeri, tetapi terdapat juga konsumen dari luar negeri, seperti Jepang, Australia, Inggris, dan India.
"Fokus kita tetap untuk dalam negeri, tapi kita ada komsumen ekspor," ujarnya dalam bincang dengan wartawan di FX Mall Senayan, Jakarta, Jumat (13/8/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kira-kira sekarang ini 10% yang diekspor, produknya HRC," jelasnya.
Dengan mulainya Krakatau Steel melantai di bursa pada 10 November mendatang, Wawan menyatakan pihaknya berharap bisa melakukan ekspor lebih dari 10%. Namun, Wawan masih enggan membicarakan target pasti dengan mulainya perusahaan ini melantai di bursa.
Β
"Dengan IPO pastinya lebih besar dari 10%. Terkait IPO, kami tidak boleh ngomong dulu sebelum efektif. Itu peermintaan dari underwriter kami dan kami terikat," tandasnya.
Untuk tren harga baja, Wawan menyatakan pada kuartal III dan IV harga baja diharapkan naik. Pasalnya, Wawan menilai kondisi pasar saat ini sedang bullish.
"Diharapkan trennya positif juga. Kuartal IV akan naik karena peak bottomnya sudah ketemu jadi mulai lagi bullish ke depannya," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, wawan mengakui pasca dihentikan produksi tabung gas 3 kg, perseroan tidak mengalami penurunan produksi.
Pasalnya, menurut Wawan, masih banyak pesanan dari pihak lain yang menutupi pesanan proyek pemerintah untuk konversi dari minyak tanah ke gas itu.
"Secara total kita tidak pengaruh dengan penghentian sementara karena order tempat lain juga cukup banyak," ujarnya.
Namun demikian, Krakatau Steel tetap mendukung program tersebut di mana sebenarnya perusahaan ini membuat baja khusus untuk produksi tabung gas 3 kg ini.
"Tabung baja ini, KS telah menyiapkan baja khusus untuk itu karena kita dukung tabung gas 3 kg. Tapi kalau dibilang pengaruh atau tidak (dalam produksi), saya bilang tidak," tandasnya.
(nia/ang)











































