Menurut Ketua Harian YLKI Tulus Abadi, pemerintah harus melakukan kajian lebih lanjut terhadap rencana menghilangkan disparitas harga antara elpiji 3 kg dan 12 kg. Pemerintah bisa mulai dengan menetukan tujuan dari menghilangkan disparitas harga tersebut.
"Apakah untuk mencegah pengoplosan atau mengurangi kecelakan tabung yang meledak," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Sabtu (14/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi bukan solusi kalau menaikan harga sembarangan jangan mau gampangnya saja, tetapi lebih baik atasi semuanya dengan alat-alat yang standar," ujarnya.
Sebelumnya, pemerintah sudah menyiapkan tiga opsi untuk menghilangkan perbedaan (disparitas) harga gas elpiji ukuran 3 kg dan 12 kg.
Opsi tersebut antara lain menurunkan harga gas ukuran 12 kg, kemudian menaikkan harga gas ukuran 3 kg dan yang ketiga menaikkan gas 3 kg dengan ditambah kupon bagi penerima subsidi agar harga berbeda menjadi lebih murah.
selain itu, Menko Kesra Agung Laksono pernah menyatakan, perbedaan harga elpiji ukuran 12 kg dengan 3 kg membuat maraknya tindak pengoplosan yang menyebabkan ledakan.
Harga elpiji 3 kg lebih murah Rp 1.600 kg dibandingkan dengan elpiji 12 kg. Perbedaan ini rencananya akan dipangkas.
"Jadi ada dua pemikiran, apakah yang 3 kg naik ke 12 kg atau 12 kg turun ke 3 kg. Tapi kalau 12 kg harganya turun ke 3 kg maka golongan lemah yang tidak layak menikmati subsdi akan menikmati juga. Jadi lebih baik yang 3 kg kita naikkan," ujar Agung beberapa waktu yang lalu.
(ang/dru)











































