Komitmen Konkrit 11 Perusahaan Dubai ke Indonesia

Laporan dari Dubai

Komitmen Konkrit 11 Perusahaan Dubai ke Indonesia

- detikFinance
Sabtu, 14 Agu 2010 19:11 WIB
Komitmen Konkrit 11 Perusahaan Dubai ke Indonesia
Dubai - Sebanyak 11 perusahaan menengah atas Dubai menyampaikan komitmen konkrit untuk melakukan interaksi bisnis dengan Indonesia dalam waktu dekat ini, antara lain di Bogor.

Komitmen tersebut disampaikan 11 perusahaan dari 15 perusahaan menengah atas yang menghadiri temu bisnis di kediaman Konsul Jenderal RI Dubai atas undangan Konsul Jenderal Mansyur Pangeran dan Counsellor Ekonomi Dede Achmad Rifai.

Ke-11 perusahaan tersebut adalah Thani Investments, Solar Power Solutions (SBK Holdings), Salam Investments, ARMS Group, SAR Private Capital (Al Ghurair Group), Emirates Trading Agency (ETA) Star, Rashid Ahmad Trading, New White House Trading, Bader Hassoun & Sons Co, Fortune International-Al Hakim Group, dan Dubai Supply Authority (DUSUP).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya pada musim panas seperti ini para pengusaha Dubai sangat susah diundang menghadiri business meeting. Namun berkat hubungan baik yang sudah terjalin selama ini, mereka bersedia datang," tutur Konsul Jenderal Mansyur Pangeran kepada detikfinance, Sabtu (14/8/2010).

Selain itu, lanjut Mansyur, para pengusaha Dubai khususnya pengusaha lokal warganegara Uni Emirat Arab umumnya sangat jarang bersedia menghadiri undangan makan malam terutama di kediamanan para kepala perwakilan asing.

Dari pertemuan itu, CFO Thani Investments Khangwee mengemukakan bahwa perusahaannya akan mengadakan kunjungan ke Bogor pada Oktober 2010 untuk melihat langsung lokasi tambang emas yang telah ditawarkan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Sedangkan President & CEO Solar Power Solutions dari Sheikh Sultan bin Khalifa Al Nahyan (SBK) Holdings Dr. Ehab Lotfi menyampaikan minat berinvestasi di sektor Geothermal Power Plant di Tampomas dan Minihydro Power Plant di Cianjur.

"Dia meminta informasi lebih rinci mengenai kedua proyek tersebut, khususnya feasibility study dan draft power purchase agreement selama 20 tahun dengan otoritas energi di Indonesia," ujar Mansyur.

Sementara CEO Salam Investments Marwan Al Thani mengatakan bahwa perusahaannya bekerjasama dengan perusahaan di Abu Dhabi dan Arab Saudi berminat investasi di sektor telekomunikasi, jalan tol, dan coal power plant.

Kemudian ARMS Group mengharapkan diberikan data perusahaan di Indonesia yang mengekspor udang dan buah-buahan. ARMS Group akan mengadakan kunjungan ke Indonesia setelah mendapatkan informasi mengenai perusahaan tersebut.

Selebihnya SAR Private Capital dari Al Ghurair Group berminat investasi di sektor pariwisata bekerjasama dengan Garuda Indonesia Airways. ETA Star akan meningkatkan impor bahan makanan dari Indonesia.

Komitmen untuk terus membeli produk-produk Indonesia juga disampaikan Rashid Ahmad Trading importir perlengkapan rumah tangga, New White House Trading importir sabun, dan Bader Hassoun & Sons Co. importir perlengkapan spa.

Di samping itu terdapat pula perusahaan yang akan membuka kantor perwakilan di Indonesia, sebagaimana dikemukakan oleh CEO Fortune International (Al Hakim Group) dan Dubai Supply Authority (DUSUP), yang bergerak di bidang perminyakan.

Konjen Mansyur Pangeran menyatakan dalam kondisi krisis ekonomi global saat ini, perekonomian Dubai masih tetap berkembang, atraktif dan masih mampu menjaring minat berbagai perusahaan besar asing dari di Eropa, Amerika, Asia dan Australia.

Oleh karena itu, ujar Mansyur, KJRI terus berusaha mencari peluang di berbagai sektor yang dapat dikembangkan. "Salah satunya dengan mempromosikan berbagai potensi di dalam negeri khususnya daerah-daerah yang selama ini belum tereksplor, dengan mengundang perusahaan-perusahaan Emirat dan perusahaan asing yang jumlahnya cukup besar di Dubai," demikian Mansyur.

(es/es)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads