Berbelanja di Pasar Ya Show

Laporan dari China

Berbelanja di Pasar Ya Show

- detikFinance
Minggu, 15 Agu 2010 13:05 WIB
Berbelanja di Pasar Ya Show
Beijing - Beijing merupakan surga bagi para penggila belanja untuk menyalurkan hobinya. Salah satu tempat yang biasa menjadi incaran mereka saat berkunjung ke ibukota China adalah Ya Show Market.

Pasar yang berada di distrik Chaoyang ini menjual berbagai aksesoris, mulai dari pakaian, tas, jam, sepatu, sandal, jaket, perhiasan sampai dengan barang-barang elektronik.

Gedung yang terdiri dari enam lantai itu kerap kali menjadi tujuan para wisatawan luar negeri yang berkunjung ke Beijing untuk mendapatkan barang-barang murah dengan kualitas tidak mengecewakan atau mencari barang tiruan dari merek-merek terkenal, mulai dari kualitas biasa hingga berkualitas tinggi dan sangat mirip seperti aslinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusus untuk tas-tas bajakan kualitas 1 bermerk Gucci, Louis Vuitton dan Hermes, biasanya para pedagang di lokasi itu tidak memasangnya di etalase toko mereka. Menurut salah satu pemadu wisata (guide) di China, Steven, hal ini dilakukan untuk menghindari razia yang dilakukan petugas keamanan.

Pada umumnya, lanjut dia, mereka akan menawarkan kepada para calon pembeli barang-barang itu melalui katalog. Setelah pembeli memilih model-model tas yang ada di katalog itu, maka ia akan mengambilkannya ke gudang untuk dilteliti lebih lanjut oleh calon pembelinya.

"Setelah cocok dengan barang itu, barulah aksi tawar menawar dilakukan," ujar Steven saat berbincang dengan detikFinance di Ya Show Market, Beijing, China, akhir pekan ini.

Jika anda tidak mahir bahasa inggris atau mandarin tidak perlu khawatir, karena setiap toko selalu menyiapkan kalkulator sebagai alat transaksi jual beli tersebut.

Biarkan penjual memberikan harga awal yang bisa dilihat di layar kalkulator itu. Baru setelah itu giliran anda menawar. Jangan ragu-ragu untuk menawar dengan ‘tega’ karena kalau tidak, anda akan menyesal  karena menurut Steven, karena umumnya mereka akan akan menawarkan harga "gila-gilaan" hingga dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat dari harga yang sesungguhnya.

Apalagi jika calon pembeli yang datang adalah orang asing dan belum mengetahui pasaran harga maka akan menjadi sasaran empuk mereka.

"Jika anda pintar menawar anda pasti bisa dapat barang bagus dengan harga yang sangat terjangkau. Contohnya, sebuah tas imitasi bermerk Hermes yang awalnya mereka tawarkan seharga 1.150 yuan, bisa ditawar sampai dengan 150 yuan,"

Jika ingin harga lebih murah, imbuh dia, belilah dalam barang tersebut jumlah besar atau grosiran. Contohnya, untuk baju kerah Shanghai yang awalnya ditawarkan  senilai 170 yuan jadi 60 yuan jika membeli 20 buah. Bisa anda banyangkan berapa uang yang disimpan untuk anda gunakan belanja di toko lainnya atau keperluan lainnya. Tapi, tetap dicatat itu semua tetap tergantung hasil negosiasi.

Kalau proses negosiasi berlangsung alot, lebih baik segera ambil langkah seribu. Tinggalkan toko  itu, jika setelah beberapa langkah si pelayan memanggil anda, itu berarti harga yang anda tawar sudah pas dan tetap menguntungkan si penjual, meski jumlahnya kecil. Namun lain ceritanya, kalau pelayan toko membiarkan anda pergi ke toko lain, itu menunjukkan kalau tawaran yang anda berikan memang ‘keterlaluan’ dan tidak masuk akal.

Akan tetapi, anda tidak usah khawatir, karena akan banyak toko lain yang dengan senang hati menerima anda dan mungkin akan dijual dari harga yang lebih murah.

 

 

(epi/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads