Penyerapan Lambat, APBN-P 2010 Bisa Surplus Rp 25 Triliun

Penyerapan Lambat, APBN-P 2010 Bisa Surplus Rp 25 Triliun

- detikFinance
Senin, 16 Agu 2010 13:39 WIB
Jakarta - Lambatnya penyerapan anggaran oleh Kementerian/Lembaga di tahun ini membuat APBN-P 2010 akan menyisakan anggaran sekitar Rp 25 triliun.

Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi Keadilan Sejahtera Andi Rahmat menyatakan dalam laporan Menteri Keuangan di LKPP semester I-2010 terdapat sekitar Rp 20-25 triliun berpotensi menjadi Sisa Anggaran Lebih (SAL).

"Dalam laporan teman-teman bersama Menkeu juga disampaikan LKPP semester I, dari APBN-P ada uang Rp 20-25 triliun yang berpotensi jadi SAL. Kita lihat dari estimasi resume pemerintah setelah kami kalkulasikan ulang ada sekitar Rp 20-25 triliun jadi SAL," ujar Andi saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Andi, dana tersebut merupakan sisa dari keseluruhan belanja. Sebagian besar, lanjut Andi, pemerintah menyebutkan adanya dana tersebut karena masalah disbursement (penyerapan).

"Ya, mereka lihat antisipasi, ada yang tidak memenuhi kriteria untuk bisa dilakukan tahun ini, ada kesalahan berlebihan. Rata-rata kan 96% jadi ada 4% dalam APBN-P yang kemungkinan besar jadi SAL.

Ke depannya, Andi menyatakan dana SAL tersebut akan digunakan untuk memperbaiki rasio utang dan menutup defisit yang kemungkinan timbul pada tahun ini.

"Kami berusaha keras untuk menekan defisit ini, makin lama makin menurun kalau perlu dalam 5 tahun ke depan itu pertumbuhan ekonomi membaik, APBN kalau bisa surplus," tandasnya.Surplus yang dimaksudkan Andi dalam pernyataannya yang terakhir itu adalah penerimaan akan lebih besar daripada pengeluaran. Sehingga anggaran tidak defisit, dan pemerintah tak harus berutang lagi.

Namun, Andi belum bisa menyebutkan berapa penghematan yang didapat dari penguatan rupiah. "Kita belum itu soal itu, biasanya akhir tahun," tukasnya. (nia/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads