Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, anggaran subsidi BBM ini akan dialokasikan untuk minyak tanah, premium dan bio premium, lalu minyak solar dan biosolar, dan terakhir elpiji 3 kg.
"Anggarannya mencapai Rp 90,8 triliun, naik dari Rp 88,9 triliun di 2010 atau 1,3% terhadap PDB. Jadi subsidi BBM di 2011 naik Rp 3,9 triliun atau 4,4%," jelas Agus dalam jumpa pers di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (16/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar subsidi disalurkan ke dalam subsidi energi 72,4% yang terdiri dari BBM dan listrik. Lalu sisanya 27,6% disalurkan untuk subsidi non energi berupa pangan, benih, subsidi pajak, dan lainnya.
"Subsidi pangan juga naik dari Rp 13,9 triliun menjadi Rp 15,3 triliun. Lalu subsidi pupuk turun dari Rp 18,4 triliun menjadi Rp 16,4 triliun," tukasnya.
(dnl/qom)











































