"Tanggal 19 ini ada MoU di Kuwait, untuk refinery Pertamina," kata MS Hidayat saat ditemui di gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2010).
Dikatakannya pemerintah sangat mendukung upaya pengembangan investasi sektor hilir termasuk sektor migas. Dalam waktu dekat juga pemerintah berupaya untuk menjembatani rencana pembangunan kilang Bojonegara dengan melibatkan investor Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya ia mengatakan proyek perluasan kilan Balongan Indramayu kurang lebih akan menelan investasi US$ 8-9 miliar. Hidayat menuturkan jika investasi-investasi tersebut teralisasi maka secara langsung akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ia juga mengatakan terlebih lagi target pertumbuhan ekonomi pemerintah di 2011 sangat optimistis yaitu mencapai 6,3%.
Untuk menopang ini, lanjut Hidayat perlu regulasi yang mampu mendorong investasi seperti UU pengadaan tanah untuk kepentingan publik harus selesai dalam waktu enam bulan ini
"Kalau tidak (selesai), akan ada hambatan," katanya.
Menurut Hidayat dengan target pertumbuhan ekonomi di atas 6% maka setidaknya pertumbuhan sektor industri manufaktur bisa di atas 5% pada tahun yang sama. Asalkan masalah pasokan gas tak mengalami masalah.
(hen/dnl)










































