Menteri Pedagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, sementara untuk impor hanya tumbuh 9,3% atau turun dibandingkan perkiraan tahun 2010 sebesar 15%.
"Tahun depan, meski adanya pelambatan harusnya ekspor bisa lebih baik. Mungkin ada di kisaran 10-12%," kata Mari di Kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroro, Jakarta, Senin (16/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah akan berupaya untuk meningkatkan ekspor melalui kebijakan perdagangan luar negeri yang diarahkan pada peningkatan daya saing produk ekspor nonmigas dan diversifikasi pasar di tahun depan.
Sementara untuk impor, menurut Mari, pertumbuhan impor tahun depan akan disumbang oleh banyaknya kegiatan investasi dan pembangunan infrastruktur.
"Dengan begitu, maka capital inflow akan banyak karena menganggap kondisi ekonomi sudah lebih baik," ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah strategi meningkatkan ekspor nonmigas untuk sejumlah produk yang mempunyai nilai tambah lebih besar, berbasis sumber daya alam, serta permintaan pasarnya besar.
Startegi lain yaitu mendorong ekspor produk kreatif dan jasa, mendorong upaya diversifikasi pasar tujuan ekspor, menitikberatkan upaya perluasan akses pasar, promosi, dan fasilitas ekspor nonmigas di kawasan Afrika dan Asia.
(ang/dnl)











































