Angka ini termasuk yang paling besar karena ditopang oleh gelaran Piala Dunia Afsel dan permintaan negara-negara Amerika latin dan Jepang.
"Kebetulan tahun ini menjadi orderan yang terbesar," kata Direktur Produksi Triple S, Jefry Romdoni saat ditemui disela-sela acara pameran Himpi di kemenperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (18/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya suplai kita ke pasar bola dunia belum ada apa-apanya, karena menurut FIFA kebutuhan bola dunia per harinya 250.000 bola," katanya.
Khusus ajang Piala Dunia, permintaan bola terbanyak berasal dari Nigeri, dan negara Afrika lainnya. Menurutnya permintaan bola sudah mulai tinggi 6 bulan sebelum ajang piala dunia 2010.
"Kualitas bola kita sudah memenuhi sertifikasi FIFA," katanya bangga.
Ia menambahkan dengan harga ekspor produk bola Indonesia yang mencapai US$ 3,5-7 per bola, produk bola Indonesia sangat kompetitif. Sementara harga bola di tingkat lokal dijual Rp 50-150.000 per unit.
"Hampir 90% produksi kita diekspor, sisanya untuk pasar dalam negeri," katanya.
(hen/qom)











































