Menteri Pertanian Suswono menyatakan terdapat tambahan areal panen beras untuk 2 bulan ke depan, sehingga untuk Agustus luas lahan panen mencapai 1,1 juta ha dan September sebanyak 840 ribu ha. Jadi terdapat 2 juta hektare untuk 2 bulan ke depan.
"Lahan-lahan yang selama ini panen hanya satu kali, sekarang ada yang dua, atau bahkan ada yang tiga kali. Termasuk juga lahan-lahan yang selama ini tidak berfungsi untuk pertanian, ini pun dengan hujan yang terus menerus, seperti ini juga ada tambahan areal baru," ujar Suswono saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (18/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau rata-rata 5 ton per ha, bahkan potensinya bisa lebih dari itu, artinya akan ada gabah kering panen mencapai 10 juta ton. Ini untuk 2 bulan ke depan," jelasnya.
Suswono menyebutkan untuk angka ramalan (Aram) II dan III mengalami kenaikan. Pada Aram II mencapai 1,17% dan Aram III mendekati 3%.
"Meskipun di Aram II kenaikan adalah 1,17%, tetapi trennya juga di Aram III dia akan naik mendekati 3%," jelasnya.
Dengan begitu, lanjut Suswono, terdapat kenaikan produksi hingga 67 juta ton. Padahal, produksi biasa sebesar 64 juta ton.
"Tentu saja dengan kenaikan mendekati 3%, kita akan perkirakan di atas 67 juta ton," jelasnya.
Jika disetarakan dengan beras, total produksi tersebut sekitar 38-39 juta ton beras. Padahal kebutuhan negara per tahun, lanjut Suswono, tidak lebih dari 34 juta ton. Artinya terdapat potensi surplus akhir tahun ini sebanyak 5,5 juta ton beras.
"Tentu saja dengan harapan tidak ada perubahan cuaca yang ekstrim, kita harapkan produksi, bahkan sekarang sudah ada yang mulai tanam kembali, sehingga sampai Desember pun kita perkirakan masih ada panen," tandasnya.
(nia/dnl)











































