"Kita masih bisa memperhatikan berbagai hal seperti inflasi dan lain sebagainya, lagipula ada kesempatan untuk menyusun APBN-P jadi masih bisa berubah," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di kantor Bappenas, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (18/8/2010).
Agus mengatakan, angka tersebut disusun dengan memperhatikan perkembangan ekonomi dunia yang belum berhasil keluar dari krisis. Jika ekonomi dunia membaik, maka pengaruh positifnya bisa dirasakan oleh Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain memperhatikan ekonomi global, berubahnya asumsi pertumbuhan ekonomi itu juga didorong oleh peningkatan investasi di tahun 2011 nanti.
Menurut Agus, saat ini sudah banyak investor yang akan masuk melalui Public Private Partnership (PPP). Apalagi dengan rencana percepatan proyek infrastruktur yang baru saja ditandatangani oleh Kementerian Keuangan, Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM), dan Bappenas, diharapkan bisa menyedot lebih banyak investasi.
"Kita optimistis tawarkan program untuk FDI (foreign direct investment) dan investasi PPP," ujarnya.
(ang/dnl)










































