Direktur Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) 2010 Gilarsi Wahyu Setijono mengatakan, berkembangnya industri busana muslim akan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan UMKM, karena di belakang industri ini banyak pengrajin-pengrajin aksesori yang mendukung. Kemudian, sebagai industri padat karya, tentu akan menyerap banyak SDM.
"Jika kita fokus mendorong produk busana muslim, bisa saja 10 tahun nanti menjadi US$ 40 miliar," ujar Gilarsi dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (18/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan berkembangnya industri fesyen muslim, maka kemampuan SDM akan meningkat dan lapangan tenaga kerja pun bertambah," kata Dirjen Industri Logam Tekstil dan Aneka Kemenperin Anshari Bukhari.
Seperti diketahui, sejak terjadi peristiwa WTC 11 September 2001, turis asal Timteng yang semula membelanjakan uangnya untuk berlibur ke AS atau Eropa, kini mulai melirik negara-negara Asia, terutama yang berpopulasi muslim. Kesempatan tersebut yang ditangkap Malaysia untuk mendongkrak pariwisata negara berslogan Truly Asia.
Maka jangan heran, jika data Kemenbudpar menunjukkan bahwa pada tahun 2008 jumlah wisman Timteng ke Indonesia sebanyak 264.000 orang. Dan jumlah itu hanya seperlima dari jumlah wisman Timteng yang berkunjung ke Malaysia pada tahun yang sama.
"Sekarang Indonesia sudah mengarahkan pandangan ke kawasan Timteng. Adanya IIFF serta pencanangan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia, tak pelak menjadikan negara ini surga belanja dan pariwisata bagi para wisman Timteng dan negara Islam lainnya," tandas Gilarsi.
(dnl/dnl)










































