"Insya Allah target itu bisa tercapai," ujar Kepala BP Migas R Priyono di Plaza Kuningan, Jakarta, Rabu malam (18/8/2010).
Menurut Priyono, salah satu blok yang menjadi andalan untuk mencapai target produksi tahun depan adalah Blok Cepu yang dikelola oleh anak usaha Exxon Mobil, Mobil Cepu Limited. Ia berharap produksi minyak dari blok tersebut bisa mencapai 25.000 bph. Saat ini produksi minyak dari lapangan Banyu Urip baru berada di kisaran 18.000-20.000 bph.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama, Priyono menyampaikan realisasi lifting minyak hingga semester I-2010 mencapai 953.000 barel per hari (bph) atau sekitar 98,7 % dari target dalam APBN-P 2010 yang dipatok di level 965.000 bph.
"Lifting ini memang agak terganggu karena kondisi cuaca yang kurang bagus dan adanya kilang yang rusak," ujar Priyono.
Sementara dari segi produksi minyak, lanjut dia, telah mencapai 959.823 bph. Menurut Priyono, belum tercapainya target produksi minyak dalam APBN-P 2010 sebesar 965.000 bph disebabkan oleh tertabraknya anjungan KE40 milik Kodeco Energy Ltd oleh kapal kargo, adanya fasilitas produksi yang mengalami shutdown serta buruknya cuaca.
Sedangkan untuk produksi gas telah mencapai 109 persen dari target,produksi gas tahun ini sebesar yakni sebesar 8.804 mmscfd.
"Produksi gas sudah melampaui 109 persen di atas target," tegasnya.
(epi/qom)











































