Dirjen IKM Kemenperin Fauzi Aziz mengatakan saat ini sudah ada 4 packing house atau balai yang melayani kemasan di Indonesia yaitu di Padang, Semarang, Bandung, dan Sidoarjo Jatim.
"Saya akan tambah di Makassar tahun 2011, anggarannya Rp 1-2 miliar," kata Fauzi di sela-sela acara kunjungan di Packing House, Semarang, Jumat (20/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Packing house sebagai bisnis solusi di bidang kemasan bagi IKM, karena akan memberikan nilai tambah bagi produk IKM," jelas Fauzi.
Ia menambahkan pihaknya sudah menggelontorkan anggaran Rp 3 miliar untuk program Packing House sejak 2007 dalam rangka pengadaaan mesin-mesin kemasan. Di Jawa Tengah saja sudah ada ratusan IKM yang memanfaatkan fasilitas ini.
"Dari APBN Rp 3 miliar, ternyata kapitalisasi sudah 10 kali lipat bagi IKM," imbuh Fauzi.
Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Jawa Tengah Ihwan Sudrajat mengatakan pada tahun ini saja pihaknya akan melayani 550 IKM untuk pembuatan kemasannya khususnya sektor makanan dan minuman. Pihaknya pun tidak membatasi jumlah pembelian kemasan bagi para IKM.
"Ini sangat membantu IKM, karena tidak membatasi adanya minimum order. Biasanya IKM memesan di bawah 1.000 kemasan, sementara kalau di pabrik kemasan besar, mensyaratkan minimum pembelian 5.000 kemasan," katanya.
Sementara itu Evi salah satu pemilik IKM Twins Wingko mengatakan peranan kemasan yang bermutu bagi IKM sangat membantu. Selain bisa meningkatkan nilai jual produk, kemasan yang baik juga akan memperkuat kualitas produk.
"Kalau wingko biasanya pakai kemasan plastik biasa, saya sudah pakai kemasan kertas yang menarik. Harga selisih sedikit lebih mahal, tapi produk kita semakin menarik," kata Evi.
(hen/dnl)










































