Hal ini disampaikan oleh Direktur Operasi Indonesia Timur PLN Vickner Sinaga kepada detikFinance, Jumat (20/8/2010).
"Perbaikan sekitar 10 hari, jadi ada pemadamannya digilir setiap 2 sampai 3 jam. Pada bulan puasa ini faktanya beban listrik naik 3% di Lombok," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vickner mengatakan, dalam 2 hari ke depan PLN akan menambah mesin baru dengan kapasitas 2 MW. Listrik yang mati itu terjadi di kota Ampenan, dan menjalar hingga ke Lombok Timur.
"Kita juga mencari mesin berkapasitas 5 MW dalam seminggu ini. Jadi sabar dulu, kita keluar pemadaman bergilir tapi belum sembuh bener. Dari 133 sistem di Indonesia Timur ada 48 sistem yang cadangannya di bawah 10%, 49 sistem cadangannya 10-30%, sedangkan sisanya 36 sistem di atas 30%," tuturnya.
Dihubungi terpisah, Direktur Utama PLN Dahlan Iskan hanya mengatakan pihaknya akan segera memperbaiki mesin yang rusak itu. "Kalau pembangkit rusak bisa diperbaiki. Tidak sampai 10 hari, itu kelamaan," imbuhnya.
Usai launching oleh Presiden SBY di Mataram 27 Juli lalu, listrik di Lombok sebetulnya telah mulai normal. Pemadaman bergilir yang dialami warga hingga tiga kali pergantian gubernur tidak lagi dirasakan. Jikapun ada pemadaman, paling lama hanya 15 menit. Namun, itu hanya bertahan Cuma tiga pekan.
Defisit daya PLN telah menyebabkan pemadaman bergilir menyasar lebih dari 5.000 pelanggan. Ini terutama pada beban puncak pukul 18.00 β 22.00 WITA. Pemadaman listrik pada siang hari juga kini mulai dilakukan PLN.
(dnl/qom)











































