MoU itu ditandatangani oleh Presiden Direktur KPI Hussain Esmaiel dan Direktur Perencanaan investasi dan Manajemen Risiko Pertamina Ferederick Siahaan di kantor pusat KPI, Kuwait, pada Kamis (19/8/2010). Penandatanganan tersebut disaksikan oleh pimpinan Kuwait Petroleum Coorporation (KPC), Saad Al Shuwaib dan Direktur Utama
Pertamina, Karen Agustiawan.
Dalam keterangan pers yang diterima detikFinance, Jumat (20/8/2010) menyebutkan, rencananya perluasan kilang dengan kapasitas 200-300 ribu barel per hari tersebut akan terintegrasi dengan petrokimia komplek yang akan dibangun di Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerjasama ini diharapkan dapat mempererat hubungan yang sudah terjalin di antara kedua belah pihak.
Dirut Utama Pertamina, Karen Agustiawan sebelumnya pernah mengatakan Pertamina berambisi untuk menambah dua kilang baru pada tahun 2014. Pembangunan kilang tersebut bertujuan untuk mengamankan pasokan BBM di dalam negeri.Ada pun kedua kilang itu yaitu ekspansi kilang Balongan dan unit residual fluid catalytic cracker di Kilang IV Cilacap.
(epi/dnl)











































