Hal ini terlihat dari pantauan detikFinance di Pasar Rawamangun, Jakarta, Sabtu (21/8/2010).
Amir, salah seorang pedagang beras di pasar ini, mengakui kenaikan harga beras sebelum puasa ini merupakan kenaikan tertinggi sepanjang dirinya berjualan. Kenaikan harga beras tersebut mencapai Rp 1.000/liter. Padahal, biasanya kenaikan beras hanya berada pada kisaran Rp 200-300/liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amir menyatakan penyebab naiknya harga beras tersebut karena pasokan dari daerah berkurang. "Harga naik itu sudah dari Pasar Induk Cipinang. Katanya, pasokan daerah berkurang," jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Amsir yang juga berdagang beras di pasar ini. Dia menyatakan kenaikan harga beras ini terjadi bertahap dalam waktu yang berdekatan.
"Setiap seminggu naik Rp 200/liter. Saya beli tiap minggu naik, walaupun bertahap tapi berdekatan," jelasnya.
Untuk harga beras jenis Ramos di Pasar Rawamangun ini, berada pada kisaran Rp 7.000-8.000/liter. Beras Setra Ramos Rp 6.500/liter, Perak Rp 7.500-8.500, IR kualitas II Rp 6.000/liter, IR kualitas III Rp 5.500/liter. Sedangkan ketan paris Rp 12 ribu/liter.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Suswono menyatakan terdapat surplus stok beras sebesar 5,5 juta ton beras.
Dia menyebutkan terdapat tambahan areal panen untuk 2 bulan ke depan sehingga untuk bulan Agustus luas lahan panen mencapai 1,1 juta ha dan bulan September sebanyak 840 ribu ha. Jadi terdapat sekitar 2 juta ha untuk 2 bulan ke depan.
"Lahan-lahan yang selama ini panen hanya satu kali, sekarang ada yang dua, atau bahkan ada yang tiga kali. Termasuk juga lahan-lahan yang selama ini tidak berfungsi untuk pertanian, ini pun dengan hujan yang terus menerus, seperti iniย juga ada tambahan areal baru," ujar Suswono.
(nia/dnl)











































