Menurut Amen, salah seorang pedagang kebutuhan pokok di pasar ini harga tepung terigu naik 10% dari yang biasanya Rp 7 ribu/kg menjadi Rp 8 ribu/kg.
"Kenaikannya sudah dari bulan kemarin," ujarnya, Sabtu (21/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gula ini naik turun, 2 bulan lalu turun, tapi sebulan lalu naik," jelasnya.
Potensi kenaikan harga juga terjadi pada telur. Walaupun saat ini harga telur mengalami penurunan, tetapi Yudi, salah seorang pedagang telur menyatakan jelang Lebaran nanti, harga telur diperkirakan naik sekitar Rp 1.000-2.000/kg.
"Sekarang harga telur Rp 15 ribu, turun Rp 1.000/kg dari Rp 16 ribu/kg. Ini sejak 4-5 hari setelah puasa. Lebaran biasanya naik, kalau turun, kayaknya nggak mungkin," ujarnya.
Susu juga mengalami kenaikan sekitar Rp 500 per kaleng. Saat ini harga susu kaleng mencapai Rp 9 ribu.
Kestabilan terjadi pada mentega. Harga komoditas ini masih berada pada Rp 18 ribu/kg. "Saya rasa nggak akan naik sampai lebaran. Kalau mau naik harusnya sudah dari sekarang," jelas Amen.
Minyak goreng juga mengalami kenaikan sebesar Rp 1.000/liter. Amen menyebutkan harga minyak goreng saat ini Rp 10 ribu/liter, sedangkan sebelumnya hanya Rp 9 ribu/liter.
Rini salah seorang pembeli di toko Amen mengeluhkan kenaikan harga beberapa komoditas kebutuhan pokok tersebut.
"Ya naik tapi nggak dirasain saja, kalau mau dirasa-rasain ya berasa. Uang Rp 100 atau Rp 200 nggak ada artinya lagi," ujarnya.
Sebelumnya, Turki menghentikan ekspor 40 ribu tepung terigu ke Indonesia akibat berkurangnya suplai gandum dunia khususnya dari Rusia, sebagai imbas perubahan cuaca yang ekstrem.
(nia/dnl)











































