Inggris dan Jepang Mundur dari PLTU Tanjung Jati A

Inggris dan Jepang Mundur dari PLTU Tanjung Jati A

- detikFinance
Senin, 23 Agu 2010 13:45 WIB
Jakarta - International Power Plc, perusahaan asal Inggris dan Tomen Power Corporation, perusahaan asal Jepang berniat mundur dari proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Jati A dengan kapasitas 2x600 Megawatt (MW).

"Meskipun belum ada surat resminya, Namun International Power dan Tomen sudah menyampaikan kalau mereka akan mundur," ujar Presiden Direktur PT Bakrie Power, Ali Herman Ibrahim.

Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri sharing meeting antara PLN dan Korea di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (23/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencananya proyek Tanjung Jati A yang berada di Cirebon tersebut akan dibangun oleh Konsorsium Tanjung Jati Power Company. Dalam proyek tersebut Tomen Power Corporation dan International Power memiliki saham masing-masing 30%, sementara sisanya masing-masing 20% dimiliki oleh Bakrie Power dan Maharani Paramitha.

"Jadi sekarang 100 persen saham itu akan menjadi milik Bakrie Power dan Maharani," unngkapnya.

Ali enggan menyebutkan apa alasan mundurnya kedua perusahaan tersebut. Namun sepertinya, tidak adanya kejelasan proyek serta lamanya proses negosiasi harga antara PLN dengan pengembang menjadi penyebab mundurnya kedua perusahaan asing tersebut.

"Belum ada jawaban dari PLN atas harga jual listrik dari proyek tersebut.  Saat ini kan power purchase agreement (PPA) sedang kami renegosiasikan lagi. Harga awalnya sekitar 5,8 sen dollar per kwh dengan asumsi harga batubara US$ 30 per ton," ungkap Ali tanpa menyebutkan berapa besar harga baru yang ditawarkannya kepada PLN.

Meskipun kedua perusahaan tersebut telah menyatakan mundur, namun Ali tetap optimis proyek senilai US$ 1,8 miliar tersebut akan tetap beroperasi paling cepat pada tahun 2016.

"Pada tahun 2016 dan 2017 kan, Indonesia masih perlu tambahan listrik lagi. Jadi kami harapkan PLTU ini siap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan itu," tambahnya.

(epi/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads