Hal ini disampaikan oleh Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso saat dihubungi detikFinance, Senin (23/8/2010).
"Nggak ada itu (isu beras tak layak konsumsi). Waktu saya di Wonokromo, dia pedagang, dia bilang kalau beras Bulog dimasak nggak enak. Itu yang harganya Rp 5.300-5.400/liter. Jadi sekarang itu seperti, Bulog diserang seperti itu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bulog itu hanya dengan IR III, memang untuk kelas medium diperuntukkan bagi menengah ke bawah. Kalau yang lain, yang lebih mahal, memang kualitasnya jauh lebih bagus karena varietas khusus," jelasnya.
Namun, Sutarto menegaskan beras yang diberikannya untuk masyarakat menengah ke bawah itu masih layak makan karena tetap berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2009 tentang beras bersubsidi.
"Kalau yang mahal itu kan butir pecahnya 5%, kalau raskin butir pecahnya sesuai inpres yaitu 20%. Jadi, tidak hancur, masih layak," pungkasnya.
Sebelumnya, para pedagang beras di Pasar Rawamangun mengaku tidak tega dengan kondisi beras yang rusak dan harga yang tinggi, pedagang beras mengembalikan stok beras IR kualitas III dan IV kepada Bulog.
Para pedagang mengatakan, beras Bulog pecah-pecah, memiliki flek hitam, serta berwarna kekuningan.
(nia/dnl)











































