BPOM Melempem, Makanan dan Obat Ilegal Masih Marak

BPOM Melempem, Makanan dan Obat Ilegal Masih Marak

- detikFinance
Senin, 23 Agu 2010 16:58 WIB
Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi merasa jengkel dengan masih maraknya produk-produk ilegal terutama makanan dan obat obatan ilegal di pasar dalam negeri.

Pemerintah dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dituding tak bergigi menindak peredaran barang-barang ilegal tersebut. Masih adanya barang impor berlabel tak berbahasa Indonesia dan adanya barang-barang kadaluarsa, menjadi bukti melempemnya BPOM.

Bahkan dengan tegas Sofjan menyentil perilaku BPOM yang menurutnya masih melakukan pengumuman saat akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ataupun operasi semacamnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BPOM kalau operasi satu minggu sebelumnya dikasih tahu dulu, mau menangkap maling kok dikasih tahu," tegas Sofjan dalam acara konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (23/8/2010).

Hal ini menurutnya suatu yang lucu, karena seharusnya BPOM merahasiakan rencana setiap operasinya agar tidak bocor ke publik.

Sofjan juga mengatakan masalah wajib label berbahasa Indonesia bagi produk pangan dan pengawasan ketat, sebenarnya ia sudah sampaikan ke level menteri melalui pendekatan personal termasuk dengan Menteri Perdagangan, namun kata dia, masalah koordinasi menjadi kendala.

"Sudah saya lakukan, tapi kembali lagi soal kewenangan di luar menteri terkait, jadi soal koordinasi," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads