Trauma Krisis Pangan 2008, SBY Sibuk Amankan Pasokan

Trauma Krisis Pangan 2008, SBY Sibuk Amankan Pasokan

- detikFinance
Senin, 23 Agu 2010 19:44 WIB
Jakarta - Pemerintah tengah sibuk merencanakan strategi untuk mengamankan pasokan pangan dalam negeri di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem di dunia yang menghambat suplai pangan dunia. Agar tak terjadi lagi kenaikan harga pangan seperti di 2008.

Presiden SBY meminta jajaran menteri terkaitnya untuk melakukan langkah-langkah tepat agar ketersediaan pangan dalam negeri terjaga dan tidak terjadi lagi krisis pangan.

"Waspadai dan antisipasi perkembangan situasi pangan dunia. Pastikan langkah domestik kita tepat. Sikap dasar dan prinsip kita menangani masalah seperti ini selalu antisipatif dan all out. Siapkan juga dengan dengan kontigensi plan buat antisipasi," ujar SBY dalam sidang kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (23/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut SBY, rangkaian bencana alam yang terjadi di beberapa bagian dunia telah mengganggu suplai pangan dunia. Masalah ini menurutnya bisa terus berkelanjutan, karena ada sejumlah negara yang telah membatasi ekspornya ke negara lain. Ini persis seperti yang terjadi pada saat krisis ekonomi global di 2008.

"Sehingga bisa terjadi apa yg kita alami nanti perisis seperti pada 2008 terkait suplai pangan tertentu. Tentu yang sifatnya domestik kita pastikan kecukupan pangan kita. Stok pangan yang dikelola Bulog, distribusinya sampai kepada pengguna akhir dan harga yang pasti akan terpengaruh pada harga dunia. Saya minta menteri terkait agar melakkukan langkah yang tepat seperti yang kita lakukan di 2008," paparnya.

SBY mengatakan, ketahanan pangan ini penting untuk mencegah Indonesia terjerembab dalam krisis. Di 2008, menurut SBY, Indonesia tahan dari ancaman krisis karena  kompeten dalam mengelola ketersediaan pangannya.

"Kita jangan underestimated. Meski situasi keamanan oke, cadangan nasional dan daerah oke, tapi selalu ada faktor x yang membuat situasi berubah. Maka kita selalu perlu plan b," tukasnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads