Kadin: Masih Banyak Opsi Selain Menaikkan TDL

Kadin: Masih Banyak Opsi Selain Menaikkan TDL

- detikFinance
Selasa, 24 Agu 2010 10:16 WIB
Kadin: Masih Banyak Opsi Selain Menaikkan TDL
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendesak pemerintah agar langkah pengurangan subsidi listrik tidak diwujudkan dalam kenaikan tarif dasar listrik (TDL). Masih banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah tanpa menaikan TDL meski subsidi listrik dikurangi.

"Kadin  tidak setuju kenaikan TDL 15 persen tahun 2011. Masih banyak cara lain, efisiensi di PLN, tata kelola yang lebih baik, konversi ke gas dan batubara," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM Sandiaga Uno, Senin malam, di Jakarta (23/8/2010).

Ia menegaskan jika pemerintah ngotot tetap menaikan TDL sebagai imbas penurunan subsidi listrik maka dampaknya akan parah. Terlebih lagi saat ini dunia usaha di hadapi oleh konektivitas dan infrastruktur yang lemah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal seperti ini timbulkan in-efisiensi ekonomi, yang paling dirugikan umkm dan rakyat," katanya.

Ia juga mengatakan pemerintah disarankan untuk memilih beberapa proyek strategis dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi 2011. Proyek-proyek tersebut bisa bisa difokuskan pada bidang infrastruktur.

Ia mencontohkan proyek MRT Bandara Soeta-Manggarai, PLTA di Sumatera, Kereta Api Trans Kalimantan, pengembangan airport di Bali dan lain-lain. "Selama ini yang jadi kendala salah satunya adalah soal infrastruktur tersebut," ucapnya.

Ketua Komisi VI DPR-RI Airlangga Hartarto menambahkan  masalah TDL termasuk gas dan infrastruktur bakal terus menjadi kendala dunia usaha khususnya industri. Jika masalah tersebut tak diselesaikan pemerintah.

"Prospek industri tahun depan susah akan bangun," katanya.

Terkait langkah opsi lain yang bisa dilakukan pemerintah untuk menghindari kenaikan TDL 2011 antara lain, ia mengusulkan  utang jangka panjang PLN  dikonversi menjadi equity dengan demikian cost of fundnya PLN turun.

Ia juga mengharapkan agar PLN menurunkan Losses listrik, yang saat ini hampir 10%, bisa ditekan menjadi 8%. Diantaranya  bisa dilakukan dengan mengganti trafo-trafo dan kabel lama.

"Kalau itu saja bisa dilakukan maka bisa saving besar. Komisi VI tidak menyetujui TDL naik," kata Airlangga.

Ia juga mendesak pemerintah sebaiknya menaikan defisit anggaran APBN 2011 untuk menghindari kenaikan TDL. Hal ini penting dari pada harus mengorbankan daya saing nasional yang makin menurun.

"Kenapa kita harus turunkan subsidi, itu kan tidak wajib, karena kita punya defisit anggaran masih dibawah 2% yaitu 1,7% itu bisa dinaikan menjadi 2%," katanya.



(hen/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads