Menperin Sentil Mendag, BC, BPOM Soal Membludaknya Impor Mamin

Menperin Sentil Mendag, BC, BPOM Soal Membludaknya Impor Mamin

- detikFinance
Selasa, 24 Agu 2010 15:38 WIB
Menperin Sentil Mendag, BC, BPOM Soal Membludaknya Impor Mamin
Jakarta - Fenomena membludaknya impor makanan minuman dan consumer goods saat ini harus menjadi perhatian Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan (Bea Cukai) dan BPOM.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (24/8/2010).

"Saya menghimbau sebagai menteri perindustrian, lindungilah pasar domestik dari membajirnya produk-produk consumer goods, yang sudah 6 bulan lalu sudah saya warning," tegas Hidayat

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Hidayat, gejala ini harus segera disikapi, sebab jika tidak disikapi dengan baik dikhawatirkan bisa menimbulkan kemungkinan terburuk yakni deindustrialisasi.

"BPOM, kementerian perdagangan, bea cukai semuanya harus menjalankan early warning sytem-nya berjalan," seru Hidayat.

Menurut Hidayat temuan membludaknya produk impor mamin termasuk kosmetik dan jamu sebagian adalah produk ilegal sehingga perlu pengetatan impor.

"Sepanjang Indonesia bisa membuat semestinya diperketat," ucap Hidayat.

Diakuinya  menjelang lebaran ini ada intensitas yang tinggi importasi produk mamin yang masuk ke Indonesia. Sehingga upaya early warning system harus berjalan, agar kemungkinan terburuk seperti injury bagi industri lokal bisa ditekan

"Kalau dapat laporan saya akan memperimbangkan untuk meminta bersama perdagangan  untuk safeguard," katanya

Sebelumnya Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) merilis lonjakan impor produk makanan minuman disemester I-2010 mencapai rata-rata 70% yang berasal dari China, Thailand, Malaysia, Rusia dan lain-lain. Lonjakan tertinggi terjadi untuk produk biskuit hingga 1060% dan permen 1100%.


(hen/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads