Demikian disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (24/8/2010).
"Saya menghimbau sebagai menteri perindustrian, lindungilah pasar domestik dari membajirnya produk-produk consumer goods, yang sudah 6 bulan lalu sudah saya warning," tegas Hidayat
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BPOM, kementerian perdagangan, bea cukai semuanya harus menjalankan early warning sytem-nya berjalan," seru Hidayat.
Menurut Hidayat temuan membludaknya produk impor mamin termasuk kosmetik dan jamu sebagian adalah produk ilegal sehingga perlu pengetatan impor.
"Sepanjang Indonesia bisa membuat semestinya diperketat," ucap Hidayat.
Diakuinya menjelang lebaran ini ada intensitas yang tinggi importasi produk mamin yang masuk ke Indonesia. Sehingga upaya early warning system harus berjalan, agar kemungkinan terburuk seperti injury bagi industri lokal bisa ditekan
"Kalau dapat laporan saya akan memperimbangkan untuk meminta bersama perdagangan untuk safeguard," katanya
Sebelumnya Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) merilis lonjakan impor produk makanan minuman disemester I-2010 mencapai rata-rata 70% yang berasal dari China, Thailand, Malaysia, Rusia dan lain-lain. Lonjakan tertinggi terjadi untuk produk biskuit hingga 1060% dan permen 1100%.
(hen/qom)










































