BP Migas Setujui Proposal Kontraktor Migas US$ US$ 2,55 Miliar

BP Migas Setujui Proposal Kontraktor Migas US$ US$ 2,55 Miliar

- detikFinance
Selasa, 24 Agu 2010 21:11 WIB
Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) sudah memberikan persetujuan atas 15 plan of development (PoD) yang diajukan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) migas hingga 31 Juli 2010.

"Kami sudah setujui 15 PoD sampai 31 Juli 2010,"  Deputi Perencanaan BP Migas Haposan Napitupulu di Gedung Patra Jasa, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (24/8/2010).

Adapun  total investasi yang kelimabelas KKKS tersebut mencapai US$ 2,55 miliar. Dengan estimasi dana operasional (Opex) plus dana restorasi yang disiapkan KKKS mencapai US$ 827,86 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut daftar kelimabelas PoD wilayah kerja (WK):

  1. Sumur Pondok Makmur (PDM)-03 milik Pertamina EP yang masuk dalam WK Indonesia. Dari sumur tersebut Pertamina memperkirakan bisa menambah cadangan minyak dan kondensat 700.000 barel dan gas 2,73 juta kaki kubik (BCF). Sementara investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan WK itu sebesar US$ 1,36 juta plus dana Opex dan restorasi US$ 6,95 juta.
  2. Lapangan South Batara Phase-2 milik PetroChina International Jabung Ltd di WK Jabung. Cadangan minyak dan kondensat WK tersebut 4,77 juta barel dan gas 10,32 BCF. Investasi US$ 70,91 juta, serta Opex dan restorasi US$ 31,43 juta.
  3. Lapangan gas Tranche 4 milik Pertamina Hulu Energi ONWJ di WKP West Java. WK ini ditargetkan onstream pada 2011 dengan cadangan gas 80,48 BCF. Pertamina membenamkan US$ 134,8 juta untuk investasi dan US$ 77,2  juta untuk Opex plus restorasi.
  4. Lapangan Karang Tunggal (KRT)-1 milik Pertamina EP di WK Indonesia  yang ditargetkan onstream tahun ini. Lapangan itu memiliki cadangan 660.000 barel minyak dan kondensat serta gas sebanyak 7,85  BCF. Investasi untuk mengembangkan Karang Tunggal sebesar US$  8,48 juta  serta Opex dan abandonment US$ 13,58 juta.
  5. Sumur Bagong 2 milik JOB PetroChina Salawati di WK Kepala Burung  Salawati. PetroChina menargetkan sumur itu onstream pada  2010 dengan  kandungan minyak 370.000 barel. Investasi sumur tersebut  sekitar US$  6,71 juta dan Opex plus restorasi US$ 3,84 juta.
  6. Sumur Handal 1 milik Chevron Pacific Indonesia di WK  Rokan yang  ditargetkan produksi 2010. Sumur itu diperkirakan memiliki  cadangan  170.000 barel. Dengan investasi US$ 930.000 juta dan dana  operasi US$ 1,49 juta.
  7. Sumur North Arar 1 milik PetroChina International  (Bermuda) Ltd di WK Kepala Burung yang ditargetkan berproduksi 2010. Sumur  itu diperkirakan memiliki cadangan gas sebanyak 4,69 BCF yang  membutuhkan investasi US$ 7 juta dan dana operasi US$ 390.000.
  8. Sumur Peciko Phase 7B milik Total E&P Indonesie di  WK Mahakam yang ditargetkan produksi 2011. Minyak di sumur tersebut  diperkirakan  sebanyak 10.000 barel dan gas 203,93 BCF. Investasi yang  ditanamkan  total di sumur itu US$ 733,3 juta dan dana operasi US$ 48,4  juta.
  9. Sumur Meta milik Medco E&P Indonesia di WK S&CS. Sumur itu memiliki kandungan 820.000 barel minyak dengan kebutuhan investasi  US$ 9,66 juta dan dana operasi US$ 9,77 juta.
  10. Sumur RM-2 milik Petroselat Ltd di WK Selat Panjang.  Sumur itu diperkirakan memiliki cadangan 500.000 barel. Dengan  kebutuhan  investasi US$ 7,06 juta dan dana operasional US$ 4,07  juta.
  11. Sumur Sembatu-3 milik Medco E&P Indonesia di WK S&CS. Di sumur tersebut diperkirakan terkandung cadangan minyak 70.000 barel. Dengan kebutuhan US$ 270.000 dan dana operasional US$ 980.000.
  12. Sumur Letang, Tengah, Rawa milik ConocoPhilips  (Grissik) Ltd di WK Corridor yang ditargetkan produksi 2012. Di tiga sumur itu  diperkirakan terkandung cadangan minyak 1,06 juta barel dan  gas 116,72  BCF. Nilai investasi di proyek itu US$ 130 juta dan dana operasional US$ 132,5 juta.
  13. Sumur Tunu Shallow Phase-2 milik Total E&P  Indonesie di WK Mahakam dengan perkiraan cadangan 1.000 barel dan gas 314,89 BCF. Investasi yang ditanamkan untuk sumur itu US$ 1,02 miliar dan dana operasi US$ 184,8 juta.
  14. Sumur Sumpai Phase-2 milik ConocoPhilips (Grissik) Ltd  di WK  Corridor yang ditargetkan berproduksi 2013. Dimana cadangan tersedia di sumur itu adalah gas sebesar 201,86 BCF. Dengan  kebutuhan dana  investasi US$ 322 juta dan dana operasi US$ 198,35 juta.
  15. Sumur Pondok Makmur Phase-1 milik Pertamina EP di WK Indonesia  yang ditargetkan onstream 2010. Sumur itu diperkirakan memiliki cadangan minyak 14,92 juta barel dan gas 38,53 BCF. Dana investasi sumur tersebut US$ 97,21 juta dan dana operasi US$ 114,11 juta.
 

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads