PLN Uji Coba Lampu Super Hemat di 3 Pesantren

PLN Uji Coba Lampu Super Hemat di 3 Pesantren

- detikFinance
Rabu, 25 Agu 2010 08:40 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) belum akan melaksanakan program pemberian lampu hemat energi (LHE) secara gratis kepada para pelanggannya. PLN kini masih melakukan pilot project untuk program yang bertujuan mendorong penghematan listrik itu.

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengungkapkan saat ini pihaknya masih melakukan
kajian terhadap efektivitas pemberian lampu Super LHE di 3 Pondok Pesantren di
Jawa. Jika proyek percontohan ini berhasil maka PLN akan meluncurkannya secara
nasional.

"Bukan lampu hemat energi (LHE), tapi lampu super hemat energi, itu kemarin
programnya di tiga pesantren. Kita ganti seluruh lampunya supaya kita memonitor dari 3 pesanteren itu tiap bulan berapa penghematannya," ujar Dahlan saat ditemui di kantornya, Selasa malam (24/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan pemilihan pesantren sebagai pilot project karena umumnya pemakaian
lampu listrik di pesantren berlangsung 24 jam, sementara perguruan tinggi hanya
siang hari saja.

"Itu bisa menghematnya lebih dari 50% dibandingkan dengan LHE, bukan (dibandingkan
dengan) lampu biasa," katanya.

Dahlan menambahkan untuk pesantren Gontor Jawa Timur saja, PLN telah mengganti
ribuan lampu super LHE. Sementara untuk ruang lingkup nasional akan sangat
tergantung dari kajian di 3 pesantren tersebut.

Ia juga mengatakan sangat memungkinkan program secara nasional bisa dilakukan di
tahun 2011. Meski ia tidak merinci dari mana pendanaannya, walaupun ada peluang dari pendanaan pemerintah.

"Itu lebih baik," tegas Dahlan.

Sebelumnya Ketua Umum Asosiasi Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manoppo mengatakan negara-negara maju seperti China telah menggulirkan program pemberian LHE gratis sebanyak 90 juta unit LHE per tahun dengan anggaran US$ 90 juta per tahun.

Anggarannya sebesar US$ 20 juta dari Bank Dunia dan US$ 70 juta dari pemerintah China.

Selain itu program serupa juga dilakukan oleh pemerintah Filipina yang menggulirkan
13 juta LHE gratis bagi masyarakatnya, yang pendananaanya dari Asian Development
Bank (ADB).

Di India pun tak mau kalah, hingga kini negeri hindustan tersebut telah membagikan
400 juta LHE bagi masyarakat miskin, di mana per tahunnnya mencapai 100 juta unit
LHE.

John mengaku telah berapa kali mengajukan program pemberian LHE gratis  ke
kementerian ESDM dan PLN namun belum ada hasil.

Berdasarkan konsep yang diajukan Aperlindo jika Indonesia berhasil memberikan 100
juta lampu LHE (satu orang 3 LHE) sebagai pengganti lampu pijar maka akan ada
penghematan energi Rp 8 triliun secara ekonomis dengan net saving Rp 3,1 triliun.

John menuturkan program ini sangat cocok terhadap permasalahan yang dihadapi oleh
PLN, termasuk adanya  proyeksi pemangkasan subsidi listrik dari Rp 55,1 triliun
menjadi Rp 41 triliun di 2011.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads