Demikian dinyatakan Kepala BKPM, Gita Wiryawan dalam Head of Agrement (HoA) pembangunan jalur kereta api dan terminal batubara dari Tanjung Enim ke Tanjung Api-Api bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Adani Global, dan Pemprov Sumatera Selatan di gedung BKPM, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (25/8/2010).
"Investasi yang disiapkan, US$ 1,6 miliar. Semuanya dari Adani," kata Gita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka sudah survei untuk pembangunan di sana. Jalur melewati tiga Kabupaten, Muara Enim, Lahat, dan Tanjung Asin," ungkap Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin.
Jalur kereta api akan beroperasi dari Tanjung Enim hingga Tanjung Api-Api, dengan panjang mencapai 270 km. Jalur ini siap mengangkut batubara dipasok dari PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dengan kapasitas angkut 30-35 juta ton per tahun.
"PTBA hanya sebagai pemasok, dari semacam official security," tegas Gita.
"Kita nggak punya saham di sana. Hanya komitmen pengangkutan saja," tambah Direktur Utama PTBA, Soekrisno di tempat yang sama.
Kontrak pengoperasian jalur kereta api dan terminal batubara berdurasi 30 tahun sejak beroperasi. Kapasitas terminal batubara ini mencapai 50 juta ton per tahun.
Selain proyek jalan tol dan terminal batubara, ke depan proyek Tanjung Api-Api juga akan mencakup pembangunan pelabuhan Tanjung Api-Api dan Kawasan Industri. Besaran investasi di pelabuhan mencapai Rp 8 triliun sementara pembangunan kawasan industri Tanjung Api-Api mencapai Rp 5,471 triliun.
(wep/dnl)











































