Perempuan Mau, Tapi Pria Tidak Tahu

Riset MarkPlus Insight & Marketeers

Perempuan Mau, Tapi Pria Tidak Tahu

- detikFinance
Rabu, 25 Agu 2010 12:33 WIB
Perempuan Mau, Tapi Pria Tidak Tahu
Jakarta - Perbedaan antara Pria dan Wanita sudah sering dibahas dimana mana. Justru karena perbedaan itulah, kemudian pendapat publik memang banyak memihak pada The Man dalam memimpin dunia. Dengan dalih rasionalitas The Man, maka dunia sudah selayaknya dipimpin Pria.

Wanita yang dianggap 'emosional' jadi kurang beruntung di berbagai posisi korporat, pemerintahan maupun masyarakat. Kaum pria juga diuntungkan karena dianggap lebih visioner sedangkan kaum wanita lebih "short term oriented." Karena itulah banyak pria lantas dapat jabatan lebih tinggi dari wanita.

Secara tradisional, kaum pria selalu menjadi acuan bagi 'leadership' sedang kaum wanita acuan untuk 'management.' Artinya, kaum pria yang lebih bisa melihat ke depan sedang kaum wanita lebih berfokus pada situasi yang sekarang saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi jangan lupa akan kelemahan Pria dan kekuatan Wanita. Pria tidak detil, sedangkan wanita jauh lebih detil dan bisa punya perhatian secara 360 derajat atau utuh. Pria melihat sesuatu secara parsial sedang Wanita secara utuh atau komprehensif.

Nah, di dalam alam New Wave yang sangat horisontal ini posisi kaum wanita jadi lebih diuntungkan. Karena Teknologi Web 2.0 memungkinkan terjadinya interaksi secara mudah, sehingga komunikasi bisa bergerak secara dinamis dan multi arah. Wanita yang punya sifat lebih suka berinteraksi dan berkomunitas jauh lebih diuntungkan.

Sedang pria lebih suka berkomunikasi satu arah dan lebih bersifat solitaire. Karena itu, pria suka jadi "lonely at the top." Mereka jadi kesepian ketika tidak berkomunikasi dengan orang, sedangkan Wanita memang lebih suka berkomunikasi sehingga sering kabablasan.
Β 
Tapi justru disitulah kelemahan Pria yang sekaligus juga kekuatan Wanita. Wanita memiliki kekuatan untuk menyebarkan suatu isu ketimbang kaum pria yang lebih suka menyimpannya.

Wanita juga akan berusaha untuk memperjuangkan pendapatnya pada orang lain, sedang kaum pria hanya melakukannya bila perlu. Karena itu kaum pria jadi sering mengalah pada kaum wanita, ketika harus mengurus keluarga. Dan karena sifatnya yang multi-tasking, kaum wanita akan tetap menjadi "Family Care Taker" walaupun kaum pria sering mengaku jadi Kepala Rumah Tangga.

Kaum wanita selalu ingat "family and friends" ketika berbelanja, sedang Pria hanya ingat pada diri sendiri. Karena itu, saya menamakan kaum wanita sebagai orang yang "managing the market". Artinya, kaum wanita-lah yang sebenarnya mengelola (me-manage) pembelian produk dan jasa dipasar. Tidak tergantung apakah itu uang sendiri atau uang kaum pria-nya.

Kedudukan kaum wanita pun menjadi semakin penting ketika dunia New Wave ini memang memerlukan karakter yang lebih sensitif, seperti telah dibahas tadi. Jadi sifat kaum wanita yang lebih emosional itu akhirnya lebih menguntungkan karena sekaligus juga lebih sensitif. Bahkan Pria pun sekarang banyak, yang disadari atau tidak, malah jadi Pria Metrosexual. Tetap Pria, tapi sensitif seperti Wanita.

Tapi, arus sebaliknya juga terjadi. Ketika makin banyak The Women yang meniti karir di dunia Korporat, mereka terpaksa harus lebih rasional kalau mau going to the top.

Join the conversation on facebook.com/TheMarketeers atau Twitter di @the_Marketeers

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads