Karena itu mereka memerintah sebagai eksekutif, mengawasi sebagai legislatif dan mengadili sebagai yudikatif. Tidak hanya untuk cangkupan negara, tapi juga bisa berlaku untuk sebuah kota atau bahkan desa sekalipun.
Karena itu juga Citizen merasa dominan dibanding Non-Citizen. Citizen mengorganisir wilayahnya karena mereka merasa yang punya. Citizen bangga akan ke-lokal-an mereka.
Mereka bahkan dengan jelas membuat simbol simbol identitas, seperti bahasa, bendera, lagu kebangsaan dan sebagainya. Mereka berusaha memisahkan diri dan menjaga jarak dari Citizen dari wilayah lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesempatan berkomunikasi secara many-to-many membuat Netizen yang berasal dari berbagai Citizen itu jadi satu komunitas super. Mereka bahkan membuat aturan baru yang bersifat inklusif dan terbuka. Mereka pun memasuki wilayah Citizen untuk turut campur dalam masalah yang mereka anggap tidak fair baik, demi kemanusiaan maupun keplanetan.
Netizen memang bisa berdebat secara "deep and wide" karena dimungkinkan teknologi, tapi mereka lebih cenderung untuk mengkoreksi satu sama lain. Saya mengatakan bahwa Netizen bahkan mampu "organizing the heart," karena mereka bisa merasakan tanpa bertemu.
Netizen memang sering lebih emosional ketimbang Citizen dalam membahas sesuatu. Tapi justru di sana lah kekuatan Netizen untuk menjadi "Heart of the World." Tidak semua Citizen, bisa jadi Netizen karena sifatnya yang sangat berbeda. Tapi semakin kelihatan bahwa Citizen yang lokal semakin terdesak oleh Netizen yang global! Citizen yang bersifat off-line memang sudah sangat membutuhkan Netizen yang on-line.
Join the conversation on facebook.com/TheMarketeers atau Twitter di @the_Marketeers
(qom/qom)











































