Isu Iklim Bebani Kenaikan Harga Pangan Lebaran Tahun Ini

Isu Iklim Bebani Kenaikan Harga Pangan Lebaran Tahun Ini

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 26 Agu 2010 12:55 WIB
Isu Iklim Bebani Kenaikan Harga Pangan Lebaran Tahun Ini
Jakarta - Pemerintah mengakui kenaikan harga kebutuhan pokok pada puasa dan lebaran tahun 2010 mendapat tambahan faktor isu iklim. Lazimnya kenaikan harga menjelang lebaran lebih disebabkan oleh faktor psikologis saja.

Sementara itu, pemerintah mengklaim stok kebutuhan pokok menghadapi lebaran 2010 lebih dari cukup dan aman seperti beras, daging, gula, daging ayam, telor dan lain-lain.

"Sebagian dipengaruhi oleh isu iklim, dan pengaruh angkutan,"Β  kata Kasubdit Hasil Pertanian dan Kehutanan Kementerian Perdagangan Pariaman Sitorus dalam acara konferensi pers di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (26/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, contoh yang mencolok adalah soal lonjakan harga cabe merah mendekati puasa. Meski pada akhirnya harga cabe secara berangsur turun drastis saat ini.

"Kita berusaha, agar para spekulan tidak memanfaatkan kondisi untuk menaikan harga," katanya.

Sementara itu Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Abdul Waris mengatakan, untuk harga beras berdasarkan harga beras umum dari BPS selama bulan Agustus untuk rata-rata nasional tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan.

Meski di beberapa wilayah selama Agustus terjadi kenaikan harga beras yang cukup tajam misalnya Banda Aceh 11%, Palu 8%, Manado 6,6%, Pekanbaru 6,2%, Maluku 5%, Semarang 4,5%, Bengkulu 4,1%, Palembang 4%.

"Masalah iklim memang cukup mengganggu produk pertanian kita. Rusia gandumnya mengalami penurunan. Khusus beras, informasi terhadap penurunan produksi kelihatannya belum mengkhawatirkan," kata Waris.

Kepala Pusat Distribusi Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Arman mengatakan saat ini produksi beras sudah melewati panen raya sehingga akan terjadi defisit beras di bulan September-November 2010. Meski secara total akan mengalami surplus di akhir tahun 2010.

"Secara umum, komoditi beras sampai akhir tahun 2010 dinyatakan aman, sesuai prognosa kita sampai akhir Desember 5,6 juta ton," katanya.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads