"Kami kemungkinan akan mengimpor sembilan juta ton batubara untuk memenuhi kebutuhan tahun depan," ujar Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/8/2010).
Menurut dia, opsi impor tersebut dijajaki karena produsen di dalam negeri tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Pasokan batubara tetap harus dipenuhi karena bagaimanapun listrik harus terus menyala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan mengaku saat ini pihaknya tengah melakukan pembicaraan dengan pihak Australia.
Pada kesempatan yang sama, ia memastikan pasokan batubara untuk bahan bakar seluruh PLTU miliknya sebesar 30 juta ton dalam keadaannya.
"Untuk tahun ini tidak ada masalah. Kebutuhan tahun depan 30 juta ton, tapi kita mengalami kesulitan pasokan. Nah, impor ini dilakukan untuk tahun depan,"tambahnya.
(epi/qom)











































