Fadel bersama Pontjo Sutowo sedang merumuskan pengembangan bandar-bandar baru yang sebelumnya sudah ada namun sudah tak eksis lagi. Bandar-bandar itu setidaknya akan memberikan semangat kebaharian dengan dikembangkannya 8 bandar baru.
"Bandar juga sebagai tempat mengembangkan pemikiran kebaharian," tambah Pontjo di Hotel Arya Duta, Kamis (26/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Fadel mengatakan dirinya diberikan tugas oleh Presiden SBY untuk menyiapkan konsep kebijakan kelautan. Kebijakan kelautan sangat penting karena Indonesia adalah negara bahari.
"Pak Presiden menugaskan saya agar supaya mencari kebijakan yang berhubungan dengan kebijakan laut, tugas ini sudah lama sebenarnya," kata Fadel.
Fadel menjelaskan penyusunan kebijakan kelautan ini bukan karena kasus penangkapan 3 petugas kelautan dan perikanan di wilayah perbatasan RI dan Malaysia beberapa waktu lalu. Namun kata dia, kasus tersebut bisa menjadi momentum yang pas dalam menyusun kebijkan kelautan nasional.
Fadel menambahkan dalam kebijakan kelautan tersebut setidaknya akan berisi mengenai hubungan laut antar daerah, perbatasan laut dengan negara lain, ekonomi kelautan dan lain-lain.
"Selama ini kita mau tanda tangan kerjasama kelautan dan perikanan dengan Malaysia, belum jadi-jadi karena masalah perbatasan," katanya.
(hen/dnl)










































