Menurut Direktur Operasi Jawa Bali, PLN, Ngurah Adyana, dampak meledaknya bushing pada interbus transformer (IBT) di GITET tersebut tidak akan terasa pada siang hari, karena beban dari wilayah-wilayah itu akan dipindahkan ke wilayah lain seperti Bandung Selatan dan Jawa Tengah.
"Namun pada saat beban puncak pukul 6 sore hingga 10 malam pemadaman bergilir tidak dapat dihindari,"Β ujar Adyana saat dihubungi detikFinance, Jumat (27/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemasangan trafo tersebut diperkirakan butuh waktu satu bulan sehingga pemadaman bergilir kemungkinan akan terus terjadi dalam satu bulan ke depan.
Adyana menambahkan, hingga kini PLN masih belum mengetahui apa penyebab ledakan bushing tersebut. Tim tengah melakukan investigasi di lapangan.
"Agen yang suplai trafo juga ikut meneliti penyebab ledakan tersebut," jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengatakan, bushing pada trafo di gardu induk ekstra tegangan tinggi di Pancalang, Kecamatan Madirancan, Kuningan meledak pada pukul 10.30 WIB tadi. Ledakan bushing tersebut merembet ke trafo IBT yang ada di situ. (epi/dnl)











































