"Kami sudah mengerahkan 10 tim yang kelapangan untuk melihat kondisi terakhir jalur mudik lebaran," kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak dalam acara konferensi pers di kantornya, Jumat (27/8/2010).
Perhatian khusus ini setidaknya mencakup 11.000 Km jalan nasional dan beberapa jalur alternatif provinsi dan kabupaten. Hermanto juga mengatakan seperti biasa arus mudik terbanyak berasal dari arah barat (Jakarta) menuju ke Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Sumatera, lintas Timur Sumatera sepanjang 1.985 Km, Lintas Pantai Timur panjang 240 Km, Lintas Tengah panjang 1.805 Km, Jalur penghubung lintas 797 Km dan jalan tol panjang 34,4 Km.
- Jawa, Pantura sepanjang 1.182 Km, Lintas Tengah sepanjang 1.056 Km, Lintas Selatan sepanjang 1.270 Km.
- Bali, lintas Selatan Gilimanuk-Padangbai sepanjang 161 Km, Lintas Utara Gilimanuk-Padangbai 190 Km, Singaraja-Mengwitani 61 Km, Kubutambahan-Gianyar 50Km,Denpasar-Kusumba-Padangbai 39,7 Km.
- Sulawesi Selatan, Makassar-Sulawesi Barat perbatasan 255 Km, Makassar-Palopo 565 Km, Makassar-Watampone 108 Km dan Makassar-Bulukumba-Watampone 250 Km.
- Kalimantan Selatan,Β Banjarmasin-Balikpapan 641,9 Km, Banjarmasin-Palangkaraya 189,4 Km dan Banjarmasin-Batubabi 342,2 Km.
Di Lampung terdapat perbaikan gorong-gorong di Bakauheuni-Kalianda, Banten sedang dibangun flyover Merak dan flyover di Balaraja dan rekondisi jalan tol Jakarta-Merak.
Di Jawa Barat terdapat pengerjaan recycling Cikampek-Palimanan II Sukamandi, flyover Gebang, longsoran Cadas Pangeran. Di bagian selatan Jabar ada penanganan beton di Cileunyi dan pembangunan lingkar Nagreg (H-10 dan H+10 dapat difungsikan).
Pembangunan jalan juga dilakukan di Jateng seperti Losari Pejagan, Tegal-Pemalang, perbaikan jembatan Ampel. Di Jawa Tengah ada penanganan Widang Lamongan, sekitar lumpur Lapindo sedang dilakukan peninggian jalan 80 cm dan lain-lain.
"Penghentian pengerjaan H-10 hingga H+ 10, supaya kapasitas jalan yang ada bisa maksimal," katanya.
(hen/epi)











































